30 September 2021, 16:13 WIB

Selidiki Insiden Mati Listrik, MRT Jakarta Gandeng KNKT dan Ahli dari Jepang


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

PT MRT Jakarta hingga hari ini masih melakukan investigasi atas insiden mati listrik yang terjadi pada 10 September lalu. Direktur Utama PT MRT Jakarta William P. Sabandar menerangkan, pihaknya menggandeng berbagai pihak untuk menyelidiki insiden tersebut.

Pihak-pihak yang yang digandeng antara lain Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), tim Kementerian Perhubungan, tim Pemprov DKI, tim MRT Jakarta, hingga tenaga ahli dari Jepang.

"Ada penyelidikan secara internal yang diharapkan penyelidikan keluar Oktober ini. Ini melibatkan tenaga ahli yang kompeten secara teknis sampai nanti ke penelitian forensik. Kita juga akan meluncurkan penyelidikan ada tim eksternal KNKT, Kemenhub, dan Pemprov DKI dan Jepang dari JICA. Tim ahlinya akan turun untuk melakukan evaluasi menyeluruh tentang apa yang sebenarnya terjadi," ungkapnya dalam Forum Jurnalis MRT Jakarta yang dilakukan secara virtual, Kamis (30/9).

Baca juga : Penumpang MRT Selama PPKM Level 3 Naik 273%

William mengatakan, hasil investigasi sementara yang sebelumnya dilakukan oleh MRT Jakarta yang dibantu oleh PLN segera setelah insiden tertangani adalah karena adanya permasalahan di salah satu titik sambungan kabel listrik. Ia menjelaskan, sebagai sebuah sistem transportasi besar berbasis listrik, ada lebih dari 20 sambungan kabel listrik berdaya listrik 20 Kv.

"Tapi kita akan tetap menginvestigasi untuk mengetahui penyebab pastinya rusaknya joint kabel tersebut. Kami juga sudah menguatkan proteksi kepada para joint kabel yang ada agar peristiwa itu tidak terjadi lagi," ujarnya.

Di sisi lain, pemeliharaan rutin juga telah dilakukan oleh petugas opersional MRT Jakarta. Untuk itu, hasil investigasi itu nantinya juga akan memberikan rekomendasi terhadap kewajiban pemeliharaan rutin yang dilakukan MRT Jakarta.

Sebelumnya, pada 10 September lalu terjadi insiden mati listrik di kereta MRT Jakarta. Kereta-kereta yang sedang beroperasi pun terhenti di tengah rel termasuk yang berada di dalam stasiun bawah tanah. Insiden itu terjadi sekitar 20 menit. Namun, pihak MRT Jakarta berhasil mengevakuasi seluruh penumpang yang berjumlah 305 orang. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT