30 September 2021, 13:19 WIB

Pukul Kace Dua Kali, Polisi: Irjen Napoleon Ingin Tunjukkan Kekuasaannya di Sel Rutan


Hilda Julaika | Megapolitan

IRJEN Napoleon Bonaparte diketahui menganiaya tersangka kasus dugaan penistaan agama Muhammad Kace alias Kece sebanyak 2 kali, yakni saat dini hari dan sore hari pada Kamis (26/8) lalu. Polisi mengungkapkan sore harinya Irjen Napoleon kembali melakukan penganiayaan Kace dengan cara memukulnya.

"Dipukul dengan tangan kosong," ujar Dirtipidum Bareskrim Brigjen Andi Rian Djajadi saat dihubungi, Kamis (30/9).

Lebih lanjut dijelaskan, alasan Irjen Napoleon menganiaya Kace untuk kedua kalinya. Menurutnya, Irjen Napoleon ingin menunjukkan kekuasaannya di Rutan Bareskrim Polri.

Pada dini hari saat penganiayaan terjadi, Kace sudah dipukul dan dilumuri kotoran manusia oleh Napoleon. Napoleon melakukan pengeroyokan tersebut bersama beberapa tahanan lainnya.

"Dia ingin menunjukkan bahwa yang berkuasa di sel adalah NB (Napoleon Bonaparte)," tuturnya.

Sementara itu, tidak ada petugas yang menyadari Kace dianiaya Irjen Napoleon, padahal hal tersebut berlangsung sebanyak 2 kali di hari yang sama. Petugas baru mengetahui Kace dianiaya setelah dirinya membuat laporan polisi (LP).

Baca juga : Lalai Bertugas, Penjaga Hingga Kepala Rutan Terduga Penganiayaan M.Kace

"Kejadian diketahui petugas setelah korban buat LP," imbuhnya.

Sebelumnya, polisi menetapkan 5 tersangka kasus penganiayaan terhadap Muhammad Kace di Rutan Bareskrim Polri. Polisi menyebut Muhammad Kace dianiaya dua kali.

Dirtipidum Brigjen Andi Rian Djajadi mengatakan Kace dianiaya di dua lokasi di dalam rutan. Awalnya Kace dikeroyok oleh 5 tersangka di dalam selnya. Kemudian, kedua kalinya dikeroyok oleh Irjen Napoleon Bonaparte.

"Kejadian pengeroyokan itu sendiri ada di dalam sel korban. Kemudian ada 1 TKP lagi proses 351 penganiayaan yang dilakukan oleh NB sendiri. Ya untuk tempo yang pertama 170, itu sekitar pukul 01.00 WIB dini hari tanggal 26. Sementara yang kejadian 351 itu sendiri terjadi di sore hari sekitar pukul 15.00 WIB," kata Andi kepada wartawan, Rabu (29/9).

Andi menyebut tidak ada peran khusus terhadap kelima tersangka. Dia mengatakan kelima tersangka secara bersamaan mengeroyok Kace.

"Kalau kita bicara pengeroyokan nggak ada bicara peran karena kan secara bersama-sama," tutupnya. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT