26 September 2021, 09:28 WIB

Cara Giring Kritik Anies Tidak Mendidik Bagi Generasi Muda


 Selamat Saragih | Megapolitan

DPP Inayes (Indonesia Youth Economic Society) lewat juru bicaranya Jendri Frans Mamahit menilai pernyataan Plt Ketum PSI, Giring Ganesha, menuding Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, 'pembohong' kalimat ini tidak  mencerminkan etika politik jangan ditiru generasi muda. 

Mamahit menambahkan, INAYES menyayangkan penggunaan kata-kata tidak senonoh. Bahkan dinilai tidak bijak dan jauh dari santun, karena cenderung tendensius. 

Menurut Mamahit, salah satu tugas partai politik adalah melakukan pendidikan politik terhadap warga negara agar berbicara santun dan sopan, jangan fitnah yang biasa disebut praduga tidak bersalah.

"Apa yang disuarakan PSI lewat pernyataan Giring sangat tidak bijak, tendensius, terkesan menghakimi. Kalimat dengan tudingan kepada Anies itu tidak mendidik bagi generasi muda kita karena terkesan menghakimi orang," kata Mamahit dalam keterangannya, di Jakarta, Minggu (26/9).

Mamahit yang juga merangkap Ketua OKK DPP INAYES itu mengajak agar partai politik manapun kiranya dapat menggunakan kata-kata dan sikap yang lebih santun. 

"PSI sebaiknya banyak belajar dari partai-partai politik yang sudah lebih dulu ada. Jangan sampai terkesan justru tidak memiliki etika dengan stetment-statment tidak layak," kritik Mamahit.

Sebelumnya, Giring Ganesha menyebutkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, sebagai seorang pembohong dalam unggahan video di akun Instagram @psi_id, Selasa (21/9).

Menurut Giring, kebohongan itu tampak dari sikap Anies yang pura-pura peduli di tengah pandemi Covid-19, padahal  rakyat tengah menderita.(Ssr/OL-09)

BERITA TERKAIT