21 September 2021, 12:24 WIB

Pemkot Jakpus tak akan Usut Vandalisme di Tugu Sepatu


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

PEMERINTAH Kota Jakarta Pusat tidak akan mengusut vandalisme yang terjadi pada instalasi sepatu di Dukuh Atas. Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi mengatakan hal tersebut hanya sebatas keisengan anak muda.

"Nggak lah. Ya namanya keisengan saja itu sih. Kita nggak akan sampai mengusut," kata Irwandi saat dihubungi Media Indonesia, Selasa (21/9).

Irwandi menjelaskan, vandalisme itu kemungkinan dibuat pada malam hari. Ia mengakui, pada malam hari di waktu akhir pekan, banyak anak muda yang memanfaatkan waktu libur untuk berkumpul di sekitar wilayah Jakarta Pusat seperti Bundaran HI, Dukuh Atas dan juga di daerah Senayan.

Ia menduga, dengan sejumlah pelonggaran PPKM dan menurunnya kasus covid-19 di Jakarta membuat banyak remaja maupun anak muda dari sekitar Jabodetabek yang datang untuk sekadar berekreasi singkat di tengah kota Jakarta pada malam hari.

"Itu hasil saya malam-malam mengontrol daerah situ pada Minggu (19/9) malam. Banyak anak muda sekadar nongkrong. Itu makanya saya minta Satpol PP Jakpus untuk menertibkan, membubarkan," pungkasnya.

Baca juga: Pemprov DKI akan Usut Pelaku Vandalisme Tugu Sepatu

Sebelumnya, Pemprov DKI melalui PT Jakarta Tourisindo/Jakarta Experience Board (JXB) berkolaborasi dengan brand sepatu Compass untuk memasang tiga unit instalasi berbentuk sepatu raksasa di tiga lokasi yakni Dukuh Atas, Lapangan Banteng, dan Velodrome.

Instalasi itu juga dibangun guna menyambut Festival Kolaborasi Jakarta 2021. Namun, salah satu instalasi di Dukuh Atas justru mendapat coretan berwarna ungu dari orang tak dikenal. Kini ketiga instalasi tersebut telah dicabut karena sudah selesai masa pemasangannya.(OL-5)

BERITA TERKAIT