21 September 2021, 10:21 WIB

Aniaya M Kece, Irjen Napoleon Diperiksa Hari Ini


Hilda Julaika | Megapolitan

IRJEN Napoleon Bonaparte bakal diperiksa hari ini, Selasa (21/9). Hal ini sebagai buntut dari kasus penganiayaan oleh Irjen Napoleon Bonaparte terhadap Muhammad Kosman alias Muhammad Kece.

"Jadwal pemeriksaannya hari ini. Mudah-mudahan jam 11.00 WIB sudah dimulai," kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi saat dikonfirmasi, Selasa (21/9).

Hingga saat ini, Bareskrim Polri sudah mengambil keterangan dari terduga korban penganiayaan sekaligus pelapor, Muhammad Kece. Selain Napoleon, ada enam saksi yang dijadwalkan menjalani pemeriksaan hari ini di antaranya empat penjaga tahanan dan dua narapidana.

"Masih ada beberapa saksi yang akan diperiksa sebelum gelar penetapan tersangka. Tapi dalam minggu ini (gelar perkara)," imbuhnya.

Polri membeberkan kronologi terjadinya penganiayaan yang dilakukan oleh Irjen Napoleon Bonaparte terhadap tersangka kasus penistaan agama, Muhamad Kosman alias Muhammad Kece.

Baca juga: Kronologi Penganiayaan M. Kece, Irjen Napoleon Tukar Gembok Kamar Sel

Awalnya, Napoleon membawa tiga narapidana bersamanya kemudian mendatangi kamar sel Kece yang menjadi korban dalam peristiwa itu pada tengah malam.

"Diawali masuknya NB (Napoleon Bonaparte) bersama tiga napi lainnya ke dalam kamar korban MK pada sekitar pukul 00.30," cerita Rian.

Lebih lanjut dijelaskan, peristiwa penganiayaan yang dilakukan oleh para tahanan itu diduga terjadi selama satu jam hingga sekitar pukul 01.30 WIB. Setelah berhasil masuk ke kamar sel, Napoleon meminta tahanan yang dibawanya untuk mengambil plastik putih ke kamarnya.

Ternyata, plastik putih tersebut berisi kotoran manusia yang akan dilumuri ke tubuh korban. Setelah dilumuri dengan kotorang tersebut, Napoleon kemudian memukuli Kece.

"Oleh NB kemudian korban dilumuri dengan tinja pada wajah dan bagian badannya," ucap dia.

Kemudian, sari bukti CCTV, tercatat pukul 01.30, NB dan 3 napi lainnya meninggalkan kamar sel korban.

Melalui hasil pemeriksaan diketahui Napoleon bisa masuk ke dalam sel tahanan Kece karena telah menukar gembok standar dengan gembok lain yang disiapkan dari kamar lain.

"Diganti dengan gembok milik ketua RT atas permintaan NB, makanya mereka bisa mengakses (kamar sel). Ketua RTnya napi juga inisial H alias C," ungkapnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT