15 September 2021, 22:34 WIB

Kebakaran Lapas Tangerang, Tim DVI Akan Serahkan Jenazah WNA Asal Portugal ke Keluarga


Rahmatul Fajri | Megapolitan

TIM Disaster Victim Identification (DVI) Polri akan menyerahkan jenazah korban kebakaran Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas I Tangerang asal Portugal bernama Ricardo Ussumane Embalo bin Antonio Embalo ke pihak keluarga.

Direktur Binapilatkepro Ditjen PAS Kemenkumham, Turman Hutapea mengatakan awalnya tim DVI akan mengkremasi jenazah Ricardo, karena adanya informasi Ricardo beragama Kristen. Abu jenazah korban kemudian dikirimkan ke pihak keluarga.

Namun, hal tersebut urung dilakukan, karena diketahui Ricardo beragama Islam.

“Ternyata setelah ada informasi berkembang dia Muslim, jadi harus tetap kami kirim, tetap tanggung jawab. Jadi, kami terpaksa harus tetap kirim jenazah ke Portugal, karena tanggung jawab kami,” kata Turman, di RS Polri, Jakarta Timur, Rabu (15/9).

Sebelumnya, jenazah Ricardo teridentifikasi bersama tujuh jenazah lainnya pada Senin (13/9) lalu. Total DVI Polri telah mengidentifikasi seluruh jenazah yaitu 41 korban.

Baca juga : 34 Saksi Kebakaran LP 1 Tangerang Sudah diperiksa, Belum Ada Tersangka

Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan dengan diidentifikasinya 41 jenazah tersebut maka operasi tim DVI yang dimulai sejak 8 Agustus lalu dinyatakan berakhir hari ini.

"Karena sudah teridentifikasi semua maka operasi tim DVI dalam rangka melakukan identifikasi terhadap kasus kebakaran LP kelas I Tangerang dinyatakan telah berakhir," kata Rusdi, di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (15/9).

Rusdi mengatakan tim DVI Polri berhasil mengidentifikasi 16 korban kebakaran Lembaga Pemasyarakatan (LP) Tangerang hari ini, Rabu (15/9). Ia merinci 14 belas korban telah teridentifikasi melalui DNA dan rekam medis, yakni Andi Tubin (56), Marjuki (39), Chepy Hidayat (32), Jueni (28), Pajar Prio (40), Ajum (44), Doni Candra (38), Setiawan alias Iwan (37), Hermawan (34), Muhammad Yusuf (43), Sugeng Cahyono (32), Mohammad Ilham (36), Kurniawan (28), dan Hengky Gunawan Tjong (35).

Sedangkan dua jenazah lainnya, yakni Samuel Machado Nhavene dan Bambang Guntara Wibisana telah dikenali. Namun, Rusdi mengatakan tim DVI Polri masih perlu dipastikan lebih lanjut.

"Yang pasti sudah jelas semua. Tadi memang secara fisik sudah dikenali, tapi ada beberapa hal yang perlu dilengkapi lagi oleh tim DVI untuk dapat memastikan secara legalitas bahwa yang diperiksa adalah nama yang bersangkutan," kata Rusdi.(OL-7)

BERITA TERKAIT