13 September 2021, 21:54 WIB

Pengunjung Central Park Wajib Gunakan Aplikasi PeduliLindungi


Gana Buana | Megapolitan

KOMPLEKS Meikarta Central Park, di Distrik 1 Meikarta, Lippo Cikarang, Jawa Barat, kembali dibuka dengan tetap menyesuaikan dengan kebijakan pelonggaran PPKM dari pemerintah. Sehingga, kembali dibukanya kawasan ikon Kabupaten Bekasi itu untuk kegiatan olahraga dan rekreasi, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Di gerbang masuk Central Park kami sediakan 15 titik lokasi untuk aplikasi PeduliLindungi, lima tempat cuci tangan dan tempat cek suhu tubuh. Siapa pun yang berkunjung wajib melakukan 'scan' PeduliLindungi, jika tidak, maka tak akan diperkenankan masuk. Begitu juga anak-anak di bawah usia 12 tahun, tidak boleh ikut," tegas pengelola Meikarta Central Park Tri Agus dalam keterangan tertulis, Senin (13/9).

Tri menyebutkan, kawasan seluas lebih 105 hektare yang didaulat memiliki danau buatan terbesar di dunia ini tunduk pada semua ketentuan baku. Terutama terkait upaya pencegahan penyebaran covid-19.

Baca juga: Manfaat Aplikasi Pedulilindungi yang belum Banyak Diketahui

"Mohon maaf, pengunjung yang menolak melakukan 'scan' aplikasi PeduliLindungi terpaksa kami tak izinkan masuk. Begitu juga anak-anak berusia di bawah 12 tahun. Sedangkan pengunjung yang diizinkan, diimbau selalu menjaga jarak. Untuk maksimum kapasitas orang yang diizinkan masuk pun dibatasi, yakni sekitar 12.000 oràng atau 10% saja dari total kapasitas 126.000," katanya lagi.

Ia menyebutkan, sejak Jumat (9/9) kemarin, memang sudah mulai uji coba. Tapi sejak siang Minggu (12/9) ditutup lagi, untuk memberi kesempatan kepada para petugas lapangan memperbaiki dan menyiapkan berbagai alat peraga maupun peralatan sesuai protokol kesehatan.

"Kami juga selalu berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 setempat, Polsek dan institusi berkompeten lainnya, demi keamanan, kenyamanan dan ketenangan khalayak," tandas dia. (R-3)

BERITA TERKAIT