03 September 2021, 20:01 WIB

PSI Klaim Masyarakat Dukung Interpelasi Formula E


Rahmatul Fajri | Megapolitan

PARTAI Solidaritas Indonesia (PSI) mengklaim rakyat juga mendukung adanya interpelasi atau meminta penjelasan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengenai penyelenggaraan Formula E. Wakil Ketua Fraksi PSI Justin Adrian Untayana mengatakan dukungan tersebut terlihat dari karangan bunga yang memenuhi halaman Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

"Kami sangat berterima kasih atas dukungan masyarakat pada perjuangan interpelasi ini, semoga keinginan rakyat atas interpelasi ini dapat ditangkap oleh pimpinan partai-partai lain sehingga makin banyak yang bergabung dalam upaya membuka tabir gelap formula E,” kata Justin, melalui keterangannya, Jumat (2/9).

Justin mengatakan pihaknya mengajukan hak interpelasi agar Gubernur Anies bisa secara transparan mempertanggungjawabkan semua agenda terkait Formula E, sehingga masyarakat tahu, mulai dari perencanaan, total biaya pengeluaran dan berapa yang sudah dibayarkan.

“Masyarakat berhak mendapatkan penjelasan detail mengenai program yang digelar dengan uang rakyat tersebut,” kata Justin.

Ia mengatakan hak interpelasi seharusnya tidak dihindari, karena hanya merupakan forum tanya jawab yang diatur dalam Peraturan DPRD No. 1 Tahun 2020 tentang Tata Tertib DPRD. “Interpelasi adalah hak yang menjadi bagian penting dari fungsi pengawasan DPRD. Malah seharusnya Gubernur Anies menggunakan forum ini untuk menjelaskan dan membuktikan kepada masyarakat bahwa Formula E dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Jakarta,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Ahmad Yani mengaku pengajuan hak interpelasi kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait penyelenggaraan Formula E bermuatan politis.

Ia menilai pengajuan interpelasi hanya untuk mempermasalahkan program kerja Anies Baswedan yang akan memasuki tahun terakhir sebagai gubernur.

"Berarti ini kelihatannya ada nilai politis di belakang itu," kata Ahmad, di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Kamis (2/9)

Ahmad menilai pengajuan hak interpelasi Formula E sejauh ini belum diperlukan. Ia mengatakan penyelenggaraan ajang balap mobil listrik tersebut telah dikaji lintas komisi sejak tahun 2019.

Ia mengatakan saat itu Pemprov DKI Jakarta telah menjelaskan dari berbagai aspek dan Formula E sudah disetujui dan diputuskan untuk digelar dalam pembahasan sejak dua tahun lalu.

Maka dari itu, pihaknya menilai pengajuan interpelasi yang bertujuan meminta penjelasan dari Anies sudah tak lagi diperlukan.

"Kemudian kami juga sudah membahas di komisi-komisi dan sudah diberikan penjelasan dari pemprov DKI. Untuk apa lagi kita meminta keterangan?" ungkapnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 49 Tahun 2021 yang memerintahkan ajang Formula E sebagai kegiatan prioritas yang harus terselenggara pada 2022. Perhelatan Formula E di Jakarta semula dijadwalkan pada 6 Juni 2020 itu kemudian harus ditunda, karena pandemi Covid-19. Ajang balap mobil listrik itu ditargetkan berlangsung pada Juni 2022 bertepatan dengan ulang tahun DKI Jakarta. (OL-8)

 

BERITA TERKAIT