31 August 2021, 23:41 WIB

PSI Minta Pemprov Waspadai Kerumunan Antar Jemput Siswa


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Megapolitan

ANGGOTA Komisi A Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) August Hamonangan meminta Pemprov DKI Jakarta untuk waspadai kerumunan antar-jemput siswa di kala ujicoba sekolah tatap muka. Diketahui, Pemprov DKI Jakarta telah memulai pelaksanaan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Tahap 1 di 610 sekolah.

Rencananya, dalam waktu dekat akan ditambahkan 890 sekolah untuk melangsungkan kegiatan pembelajaran tatap muka. August yang meninjau langsung kegiatan sekolah SDN 01 Pagi Pejaten Timur dan SDN 01 Cikoko Pagi menemukan pelanggaran protokol kesehatan pada saat mengantar jemput anak di depan sekolah.

Selain itu jam belajar sekolah yang dipersingkat hanya 1.5 jam membuat sejumlah orang tua murid ataupun pengantar memilih untuk menunggu di sekolah sehingga terjadi kerumunan karena tidak adanya area tunggu ataupun area khusus antar jemput di sekolah. August menuturkan kerumunan ini jelas membahayakan dan berpotensi terjadinya klaster sekolah dan harus segera ditindaklanjuti.

“Pemprov DKI Jakarta tidak bisa membiarkan sekolah untuk bekerja sendiri dalam melakukan penertiban, harus juga melibatkan Satgas Kelurahan dan Kecamatan. Apalagi kerumunan terjadi di luar sekolah sehingga pihak sekolah dan Satpol PP kelurahan atau kecamatan harus turun tangan,” tandasnya.

Penerapan protokol kesehatan di sekolah, kata August, perlu mendapatkan perhatian lebih karena anak merupakan kelompok rentan terpapar Covid-19. Terlebih siswa tingkat SD yang masih belum bisa mendapatkan vaksin Covid-19.

“Tidak hanya sekolah yang harus bertanggung jawab, uji coba PTM harus melibatkan orangtua atau wali murid. Jangan sampai sekolah menjadi penyebab peningkatan kasus Covid-19 pada anak,” tandas August.

Namun selain adanya kerumunan para penjemput, protokol kesehatan di lingkungan sekolah sudah berjalan baik. Hal ini karena adanya satgas Covid sekolah, pembatasan kapasitas 50 persen maupun proses desinfektan ruangan kelas sebelum dan sesudah pembelajaran.

Siswa pun turut dididik untuk menerapkan protokol kesehatan mulai dari pengecekkan suhu, masker dan cuci tangan sebelum masuk sekolah di gerbang masuk, hingga penjagaan jarak tempat duduk dan sarana sanitasi.

August mengingatkan agar kegiatan ekstrakurikuler setelah jam sekolah atau akhir pekan ditiadakan sehingga fokus utama sekolah saat ini hanya untuk pemberian materi akademis. “Saya harap yang sudah baik terus berjalan, jangan sampai ketat di awal lalu mulai longgar di kemudian hari. Di sini pentingnya peran Satgas Covid Sekolah untuk terus memantau dan mengingatkan,” imbuhnya. (OL-8)

 

BERITA TERKAIT