27 August 2021, 08:45 WIB

Meski Diinterpelasi DPRD, Formula E Diyakini Bergulir Tahun Depan


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

WAKIL Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, atau yang akrab disapa Ariza, tetap optimistis balap mobil internasional Formula E bisa digelar tahun depan meski diterpa badai politik di DPRD DKI Jakarta.

Kamis (26/8) sore, dua fraksi yaitu PDIP dan PSI resmi menyerahkan tanda tangan 33 anggota dewan kepada Ketua DPRD DKI Jakarta sebagai bentuk pengajuan hak interpelasi terhadap penyelenggaraan Formula E.

"Insya Allah tetap dilaksanakan di Juni rencananya tahun depan. Mudah-mudahan tidak ada kendala," kata Ariza di Balai Kota, Kamis (26/8) malam.

Baca juga: 33 Anggota DPRD DKI Jakarta Ajukan Hak Interpelasi Formula-E

Sementara itu, menanggapi rencana hak interpelasi tersebut, Ariza menegaskan interpelasi merupakan jalan terakhir yang seharusnya ditempuh DPRD. 

Selain interpelasi, legislatif dan eksekutif bisa duduk bersama berdialog dalam rapat kerja untuk mengetahui kebenaran kebijakan penyelenggaraan Formula E.

"Ya tidak apa-apa itu kan hak anggota dewan. Namun, kami tetap berharap bisa ada dialog diskusi untuk mencarikan solusi yang terbaik," ujarnya.

Ia menjamin dalam diskusi di forum rapat kerja, perwakilan Pemprov DKI yang terkait dengan penyelenggaraan Formula E, semisal PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) bisa menjelaskan dengan gamblang.

"Tentu Pak Gubernur nanti akan menjelaskan ke kita semua, Jakpro, Dinas Olahraga, saya juga ikut menjelaskan nanti," imbuhnya.

Hak interpelasi yang diajukan anggota DPRD DKI Jakarta disebabkan temuan BPK yang menyatakan ada potensi kerugian bila Formula E tetap digelar di Jakarta. 

Selain itu, belum ada studi kelayakan terbaru terkait keuntungan dan kekurangan gelaran balap mobil bertenaga listrik itu.

Di sisi lain, saat ini, Jakarta dalam posisi kesulitan anggaran karena pandemi covid-19. Anggota DPRD DKI ingin Pemprov DKI fokus pada penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi dibandingkan menyelenggarakan acara internasional yang tidak memiliki urgensi.

"Studi kelayakan ada. Semua ada proses. Silakan ditanyakan ke Jakpro. Semuanya tanyakan detailnya ke Jakpro. Ada semua detailnya sudah pernah dipaparkan," pungkasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT