26 August 2021, 21:36 WIB

Mural 'Kami Lapar Tuhan' di Tanah Abang Dihapus Warga


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Megapolitan

MURAL berisi pesan keluhan dan kritikan rakyat di Jalan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, dihapus, Kamis (26/8) sore. Mural karya warga itu dinilai memuat seni yang bisa mengganggu pengguna jalan dan berisi pesan yang provokatif.

Terlihat mural dengan cat hitam dan putih sepanjang enam meter itu dilukis di tembok pembatas lahan kosong. Mural itu terpampang di depan sebuah kantor jasa ekspedisi. Sepanjang tembok yang dilalui jalan selebar dua mobil itu juga terdapat grafiti-grafiti yang sudah pudar.

Mural baru tersebut bertuliskan "Jangan Takut Tuan-Tuan Ini Cuma Street Art" dengan huruf kapital. Di sisi kirinya, terdapat kalimat "Yang bisa dipercaya dari TV Cuma Adzan". Tulisan terakhir bernada "Kami Lapar Tuhan" yang masing-masing ditulis dengan latar gambar televisi.

Adapun di pojok kiri bawah mural itu tertulis nama dalam kolom kotak kecil, Kuas Rusak Project. Tak dinyana karya tersebut diminta dihilangkan oleh personel keamanan setempat.

Salah seorang warga untuk menimpa mural tersebut dengan cat hitam, sekitar pukul 15.45 WIB. Salah satu anggota keamanan mengemukakan penghapusan mural ini bertujuan untuk menetralisir wilayah agar tidak mengganggu pengguna jalan karena daya tarik seninya.

"Tulisannya tidak pas. Lebih baik kita hapus agar jangan sampai viral lalu warga terprovokasi. Biar sama-sama enak kita," paparnya.

Terpisah, Ketua RT 005 RW 004 Kebon Kacang, Teddy, menerangkan pihaknya maupun warga setempat tidak memberikan laporan apa-apa terkait penghapusan mural.

"Ini mural biasa kayaknya. Saya juga nggak pernah perhatikan, sih, cuma sepintas saja. Tulisannya juga biasa aja, sih," ungkapnya. (OL-8)

 

BERITA TERKAIT