26 August 2021, 21:02 WIB

PSI: Sekolah Tatap Muka Prioritaskan yang Sudah Divaksin


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Megapolitan

WAKIL Ketua Komisi E dari Fraksi PSI Anggara Wicitra Sastroamidjojo meminta pembelajaran tatap muka (PTM) di Jakarta harus memprioritaskan yang vaksinasi covid-19. Diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan segera menggelar PTM di 610 sekolah mulai Senin (30/8).

Tahap pertama dari 610 sekolah, sebanyak 243 sekolah akan terlibat pada uji coba dengan ketentuan jumlah peserta didik yang ikut belajar tatap muka dibatasi hingga 50 persen dari daya tampung kelas.

Untuk itu PSI meminta agar prioritas diberikan kepada tenaga pendidik maupun peserta didik yang telah mendapatkan vaksinasi Covid-19.

“Kuota 50 persen daya tampung harus diprioritaskan untuk yang sudah vaksin. Yang belum vaksin segera jadwalkan untuk divaksin. Yang belum bisa vaksin karena alasan kesehatan harus kita lindungi,” ujar Anggara, Kamis (26/8).

Menurutnya, vaksinasi menjadi perlindungan paling mendasar khususnya bagi anak-anak. Terlebih saat ini sudah banyak akses vaksin untuk anak di Jakarta sehingga siswa yang ingin mengikuti uji tatap muka harus didorong untuk segera melakukan vaksinasi.

Anggara juga mempertanyakan keberadaan Satuan Tugas Covid Sekolah yang seharusnya wajib ada di setiap sekolah yang terlibat uji coba tatap muka. Pasalnya, satuan tugas inilah yang nantinya bertugas melakukan pengawasan ketat protokol kesehatan di sekolah serta melaporkan secara berkala ke dinas terkait dan orang tua.

“Harus ada yang bertanggung jawab agar penerapan kesehatan dapat dilakukan dengan tertib, tidak bisa semua diserahkan ke kesadaran siswa didik,” tegasnya,

Anggara menyebut Satgas Covid-19 Sekolah juga perlu melibatkan orang tua siswa agar ada evaluasi terus menerus selama uji coba ini berlangsung. Hal itu termasuk melakukan tes antigen berkala kepada peserta didik guna memastikan tidak ada klaster baru Covid-19 dan memastikan siswa didik tidak berkeliaran di luar rumah usai sekolah.

“Uji coba sekolah tatap muka itu harus dilakukan dengan hati-hati, jangan terlalu ceroboh dan terburu-buru tanpa pertimbangan yang matang karena kesehatan anak yang dipertaruhkan,” pungkasnya. (OL-8)

 

BERITA TERKAIT