26 August 2021, 18:55 WIB

Kasus Covid-19 Melandai, Dinkes DKI Tetap Minta RS Siaga Peningkatan Kasus


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

PENULARAN covid-19 di Jakarta tengah menurun. Kasus aktif yang pernah mencapai 100 ribu kasus pada pertengahan Juli lalu, kini berkurang hingga hanya 8.173 kasus. 

Tingkat keterisian tempat tidur atau 'Bed Occupancy Rate' (BOR) yang sebelumnya sempat menyentuh 92%, kini hanya 19%. Namun demikian, Dinas Kesehatan DKI Jakarta meminta agar semua pihak termasuk RS tetap waspada. 

Saat ini sudah ada beberapa RS rujukan covid-19 yang mengurangi tempat tidur pasien covidnya dan dikonversikan untuk merawat pasien noncovid. Ia menegaskan, RS harus waspada dan tetap siap bila terjadi kenaikan kasus kembali.

"Alhamdulillah kita mulai melandai tapi tetap waspada, RS tetap menyiapkan tempat tidurnya, sehingga saat terjadi kenaikan lagi, RS sudah mampu mengkonversi ke tempat tidur untuk covid lagi," kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta Weningtyas dalam webinar Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) DKI Jakarta, Kamis (26/8).

Baca juga : Kasus Covid-19 Melandai, Tingkat Keterisian Tempat RS Rujukan di DKI Turun 19%

Kewaspadaan tetap harus diterapkan karena tak mudah mengonversikan tempat tidur rawat noncovid menjadi tempat tidur rawat covid terutama ICU. Butuh fasilitas pendukung khusus untuk menambah tempat tidur ICU.

Wening menjelaskan, kolaborasi antara Pemprov DKI dengan para RS rujukan semakin baik. Pada Maret-Agustus 2020 lalu saat puncak gelombang pertama pandemi covid-19, Jakarta mampu menambah hingga 5 ribu tempat tidur covid-19 dalam waktu lima bulan.

"Namun, pada gelombang ketiga Juli lalu, penambahan 5 ribu tempat tidur itu kita lakukan dalam waktu dua minggu. Jadi ini semakin baik memang kerja samanya. Kami juga terima kasih pada Forkopimda karena atas bantuannya juga kami bisa menurunkan kasus dalam waktu cepat," ujar Wening. (OL-7)

BERITA TERKAIT