10 August 2021, 23:24 WIB

Pemkot Jakpus Tangani Limbah Minyak Jelantah Lewat Program Kota Tersenyum


Mediaindonesia.com | Megapolitan

PEMERINTAH Kota Administrasi Jakarta Pusat beserta TP PKKnya menggandeng Rumah Sosial Kutub dalam melakukan penanganan limbah minyak jelantah. Konsep penanganan limbah ini diasimilasikan dengan program sedekah. Sehingga, masyarakat selalu digerakkan untuk melakukan sedekah minyak jelantah pada tempat yang telah disediakan.

Sebagai upaya untuk menguatkan gerakan ini, maka dilakukan launching program ‘Kota Tersenyum Jakarta Pusat. Harapannya gerakan kepedulian dan kebaikan ini bisa diselenggarakan lebih masif dan berdampak universal. Program ini akan dilaksanakan bersama dengan 54 Kelurahan yang ada Jakarta Pusat. Lebih dari 4.566 tong sedekah akan didistribusikan untuk menjadi media penanganan limbah sembari bersedekah.

Direktur Eksekutif Rumah Sosial Kutub Suhito mejelaskan, konsep sederhana dari gerakan ini adalah bersama menyelamatkan Jakarta. Lebih lanjut dijelaskannya dengan setetes minyak jelantah itu sebenarnya selain akan memberikan dampak pada lingkungan yang bersih dan sehat, juga akan memberikan nilai kemanfaatan lain bagi warganya.

 “Aksi yang sangat sederhana dimulai dari rumah ke rumah namun memiliki dampak yang sangat besar karena dilakukan secara bersama-sama. Gerakan ini akan menjadi sedekah kolosal yang manfaatnya dapat dirasakan oleh semua pihak. Bukan hanya ibu-ibu, bapak-bapak sampai pemerintah juga merasakan. Tentu ini akan menjadi jariyah semua stakeholder karena telah memfasitasi kebaikan ini untuk sukses,”ujarnya di acara peluncuran program Kota Tersenyum Jakarta Pusat, Selasa (10/8).

Ketua TP PKK Jakarta Pusat Ucu Jamilah menuturkan, enar bahwa jika minyak jelantah dibuang sembarangan akan mencemari lingkungan. Selain itu bisa menimbulkan berbagai penyakit ketika digunakan terus menerus.

“Dengan program Kota Tersenyum ini, kita ingin agar seluruh masyarakat teredukasi untuk lebih sehat, lebih bersih, dan lebih berkah dalam menjalani kehidupannya. Upaya penanganan limbah minyak jelantah dari rumah tangga ini juga dipastikan akan memberikan nilai manfaat baik untuk program sosial, lingkungan, dan juga kesehatan,” tuturnya.

Baca juga : Jakarta Sumbang 1.425 Kasus Baru Covid-19 Hari Ini

Program Kota Tersenyum Jakarta Pusat ini sendiri langsung diresmikan oleh Wakil Walikota Jakarta Pusat Irwandi. Sebelum meresmikan, Irwandi memberikan motivasi kepada seluruh peserta baik yang hadir langsung maupun yang melalui temu virtual,  bahwa  program seperti ini akan menjadi sebuah kegiatan yang bernilai ibadah.

“Mesikpun kelihatannya hanya minyak jelantah, tapi InsyaAllah akan membawa berkah. Oleh karena itu, atas nama Pemerintah Jakarta Pusat kami sampaikan terimakasih kepada Rumah Sosial Kutub yang telah melakukan kerjasama dengan TP PKK di Jakarta Pusat. Saya yakin, dengan kegiatan ini, sekarang kegiatan-kegiatan PKK semakin mandiri,” ujarnya.

Acara yang dilaksanakan di Kantor Walikota Jakarta Pusat ini juga diikuti secara virtual oleh seluruh jajaran pemerintah dan TP PKK baik di tingkat kecamatan maupun kelurahan. Setelah peresmian selesai, acara dilanjutkan dengan penandatanganan kerja sama antara Rumah Sosial Kutub, Walikota, dan TP PKK Jakarta Pusat. Kemudian secara simultan dilakukan penandatanganan papan komitmen dan penyerahan bantuan pangan untuk para pejuang lingkungan.

Diakhir acara, Wakil Walikota Jakarta Pusat dan Direktur Eksekutif Rumah Sosial Kutub melakukan simulasi penuangan sedekah minyak jelantah di ‘ATM Sedekah Minyak Jelantah’. Simulasi penuangan minyak jelantah ini juga dilakukan secara bersamaan oleh perwakilan di setiap kecamatan dan kelurahan masing-masing.

Kata ‘Tersenyum’ dalam program ini sendiri adalah singkatan dari Terima Sedekah Minyak Jelantah Untuk Mereka. Program Kampung Tersenyum sendiri telah menginspirasi bahkan telah hadir di 9 kota dan 4 Provinsi di Indonesia. Bahkan diantaranya telah sukses membawa DKI Jakarta menuju Top 99 Program Inovasi Pelayanan Publik yang diselenggarakan oleh Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT