08 August 2021, 18:32 WIB

BOR RS Rujukan Covid-19 Turun, Kapasitas Rawat Tidak Akan Dikurangi      


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

DINAS Kesehatan DKI Jakarta belum berencana mengurangi kapasitas perawatan bagi pasien covid-19 meski saat ini angka penularan covid-19 mulai menurun. Kasus baru covid-19 saat ini mulai menurun menjadi rata-rata 2 ribu kasus per hari dari sebelumnya pada pertengahan Juli lalu sempat menyentuh di atas 10 ribu kasus per hari.

Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Dinkes DKI Sulung Mulia Putra mengatakan, penurunan kasus memang terjadi namun masih belum dalam batas aman. Selain itu, penurunan kasus juga baru terjadi dalam dua pekan.

"Untuk proses konversi masih kita tunggu. PPKM masih level 4 jadi kita masih waspada. Teman-teman RS juga masih harus waspada. Karena kita masih harus terus tunggu," kata Sulung ditemui di Jakarta, Minggu (8/8).

Sulung menjelaskan, kapasitas yang pastinya dikurangi hanyalah tenda-tenda darurat yang sebelumnya dibangun di selasar halaman RS maupun meminjam area gedung-gedung di sekitar RS rujukan covid-19.

Langkah ini sebelumnya dilakukan akibat lonjakan pasien covid-19 yang melebihi kapasitas perawatan RS rujukan. 

Baca juga : DPC PDIP Jaksel Luncurkan Mobil Vaksinasi Kejar Herd Immunity di Jakarta

Sementara itu, menurut dia, Pemprov DKI masih akan mempertahankan jumlah kapasitas perawatan saat ini karena masih harus mewaspadai tren kenaikan kasus usai pelandaian dan juga hadirnya varian baru virus corona.

"Ya varian baru itu kan yang lebih menular. Jadi kami belum kurangi. Harus waspada," tegasnya.

Sementara itu, hingga saat ini keterisian tempat tidur atau 'Bed Occupancy Rate' (BOR) RS rujukan covid-19 di Jakarta terus menurun. Untuk BOR isolasi telah menurun ke angka 42% atau sebanyak 4.409 tempat tidur yang terisi. Kemudian, untuk BOR ICU masih sebanyak 1.198 tempat tidur yang terisi atau 63%. 

"Nah, terlebih yang menurun banyak itu baru di isolasi artinya yang gejala ringan. Untuk ICU masih tinggi. Artinya saudara-saudara kita yang bergejala berat masih membutuhkan penanganan jadi belum kita kurangi," ungkapnya.

Namun demikian, Sulung menambahkan konversi tempat tidur covid-19 menjadi noncovid akan tetap dilakukan untuk tetap menyediakan perawatan bagi pasien noncovid. (OL-7)

BERITA TERKAIT