05 August 2021, 18:09 WIB

39% Pelajar di DKI tidak Punya Gawai untuk Belajar Daring


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

SEKITAR 39% atau 67.907 pelajar di wilayah DKI Jakarta tidak memiliki gawai untuk belajar daring. Dari jumlah tersebut, pelajar yang tidak memiliki gawai terbanyak dari jenjang SD, yakni 22.904 orang.

Lalu, dari jenjang SMP sebanyak 21.294 orang. Kemudian, ada dari jenjang SMK sebanyak 17.604 orang. Dinas Pendidikan DKI juga memaparkan sebanyak 104.091 orang menggunakan gawai bersama-sama untuk belajar daring. 

Dari jumlah tersebut, jenjang terbanyak berasal dari pelajar SD, yakni 81.407 orang dan pelajar SMP sebanyak 15.574 orang. Survei juga dilakukan LaporCovid-19 bekerja sama dengan Laboratorium Intervensi dan Krisis Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. 

Baca juga: PPKM Darurat, Sekolah Tatap Muka di Jawa-Bali Kembali Ditunda

Terdapat 23.015 responden yang disurvei pada 30 April-15 Mei. Diketahui, sekitar 4,56% pelajar tidak memiliki gawai untuk belajar. Lalu, 20,4% yang memiliki satu gawai untuk dipakai bersama-sama.

Peneliti Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Dicky Pelupessy mengatakan dari hasil survei tersebut, juga terungkap banyak orang tua yang tidak memiliki waktu untuk mendampingi anaknya belajar di rumah.

"Ada banyak orang tua yang tidak memiliki waktu mendampingi. Ini mayoritas orang tua dari ekonomi rendah, yang memiliki pekerjaan dengan pendapatan harian. Sehingga, mereka kesulitan mendampingi, karena harus bekerja," jelas Dicky dalam diskusi virtual, Kamis (5/8).

Baca juga: Lebih Tinggi dari Nasional, Ekonomi Jakarta Tumbuh 10,9%

Dinas Pendidikan DKI Jakarta pun tidak berdiam diri terhadap fakta tersebut. Plt Tugas Wakil Kepala Dinas Pendidikan Slamet mengklaim pihaknya telah berkolaborasi dengan berbagai mitra. Sehingga, dapat memberikan bantuan gawai bagi pelajar di masa pandemi covid-19.

Tidak hanya kepada pelajar, bantuan komputer juga diberikan kepada guru honorer, yang tidak memiliki gawai untuk melakukan pembelajaran jarak jauh. "Kita coba kolaborasi dengan berbagai pihak sampai terkumpul smartphone 1.732 buah, tablet 748 buah, komputer 406 buah dan laptop 416 buah," papar Slamet. 

"Ini kita berikan kepada siswa yang tidak punya gawai. Kedua, untuk guru ternyata ada yang tidak punya gawai, khususnya guru honor," imbuhnya.(OL-11)

BERITA TERKAIT