05 August 2021, 14:08 WIB

Pengamat: Sodetan Kali Ciliwung Harusnya Selesai Tahun ini


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

PROYEK sodetan Kali Ciliwung segera dikebut agar bisa selesai tahun depan. Proyek pengendalian banjir itu dimulai sejak 2013 pada era kepemimpinan Mantan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.

Proyek sodetan ini memang sudah lama tertunda. Sodetan ini seharusnya selesai dalam waktu 2 tahun. Namun, hingga kepemimpinan Mantan Gubernur Djarot Syaiful Hidayat dan kini dilanjutkan oleh Anies Baswedan, proyek itu tidak kunjung selesai akibat konflik pembebasan lahan di Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

Pengamat tata ruang Nirwono Joga mengatakan, proyek tersebut seharusnya bisa selesai tahun ini sebelum puncak musim hujan tiba guna mengendalikan banjir Ibu Kota. Percepatan bisa dilakukan oleh Pemprov DKI jika benar-benar fokus dan niat melakukan pengendalian banjir.

Baca juga : Tepis Pernyataan Biden, Pakar ITB Sebut Jakarta tidak Mungkin Tenggelam

"Seharusnya tahun ini bisa dipercepat dilaksanakan sebelum akhir tahun, sebelum puncak musim hujan dan tidak perlu menunggu tahun depan," kata pengamat tata kota Nirwono Joga saat dihubungi Media Indonesia, Kamis (5/8).

Sodetan ini berfungsi untuk mengalirkan lebihan air dari Ciliwung ke Kanal Banjir Timur. Dengan sodetan ibu dapat mengurangi debit air Ciliwung agar tidak terlalu banyak yang meluap atau membanjiri permukiman di sekitar bantaran kali.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan pada Rabu (4/8) meninjau pembangunan sodetan dari Sungai Ciliwung ke Kanal Banjir Timur. Dalam tinjauannya itu, Luhut didampingi langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Proyek tersebut merupakan bagian dari rencana induk (master plan) pengendalian banjir Ibu Kota Jakarta sebagai bentuk komitmen pemerintah pusat untuk mengendalikan banjir mulai dari hulu hingga di hilir.

Luhut pun menegaskan proyek itu harus selesai tahun depan.“Jadi sodetan itu tinggal 600 meter lagi kurangnya, kita targetkan dengan PUPR dan diharapkan selesai ditahun 2022 di kuartal ke-3, jadi lebih cepat dari target sebelumnya,” ujar Menko Luhut dalam keterangan resmi, Rabu (4/8). (OL-2)

 

BERITA TERKAIT