03 August 2021, 14:35 WIB

Depot Air Minum Isi Ulang Protes Hoaks BPA pada Galon


Mediaindonesia.com | Megapolitan

PARA pemilik usaha depot air minum isi ulang di wilayah Cileduk, kota Tangerang, dibuat resah oleh beredarnya isu galon guna ulang berbahan polikarbonat yang dituding mengandung bahan bisfenol A (BPA). Para pengusaha kecil ini meminta agar para penyebar hoaks itu ditindak karena menyebarkan informasi tidak benar ke publik dan mengganggu usaha kecil.

Sambil membentangkan sejumlah poster penolakan mereka terhadap hoaks BPA berbahaya galon guna ulang, para pemilik depot air minum isi ulang ini meminta kepada pihak berwenang untuk memberantas para penyebar hoaks galon berbahan PC yang yang dianggap berbahaya bagi kesehatan. Padahal BPOM sudah menyatakan bahwa galon itu aman untuk digunakan dan Kementerian Komunikasi dan Informatika telah mengategorikan info ini sebagai hoaks disinformasi. 

Mereka menyerukan hoaks itu telah menyebabkan penjualan usaha yang mereka geluti selama bertahun-tahun penjualannya menurun drastis. Rosmin Sinaga, yang sudah menggeluti bisnis ini selama 5 tahun mengakui sangat dirugikan dengan hoaks ini. Dia mengaku pelanggannya turun drastis. "Omzet saya turun drastis. Sebelumnya dalam sehari saya bisa menjual 50 galon, tapi dengan hoaks ini menjual 15 galon saja sangat sulit," katanya.

Sementara, sebagai pelanggan air minum menggunakan galon guna ulang selama 4 tahun, Sita, mengatakan tidak merasakan kesehatannya dan keluarganya terganggu karena minum air kemasan tersebut. "Saya sekeluarga konsumsi, alhamdulillah tidak ada apa-apa, aman-aman saja," tukasnya.

Beberapa pihak menduga ada upaya tertentu yang berusaha mendiskreditkan kemasan galon berbahan polikarbonat dengan mengaitkannya terhadap bahaya BPA. Tuduhan ini berulang kali dibantah oleh para pakar termasuk pakar polimer Institut Teknologi Bandung (ITB) DR Ahmad Zainal Abidin dan pakar teknologi pangan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr Eko Hari Purnomo yang menyatakan bahwa galon polikarbonat aman. BPOM dan Kemenperin juga menegaskan keamanan galon polikarbonat yang telah digunakan industri selama puluhan tahun.

Ketua Asosiasi di Bidang Pengawasan dan Perlindungan terhadap Para Pengusaha Depot Air Minum (Asdamindo) Erik Garnadi menduga ada motif persaingan bisnis yang tidak sehat dalam penyebaran isu hoaks bahaya galon guna ulang ini. Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio juga mengimbau figur publik untuk tidak ikut menyebarkan berita yang jelas dikategorikan sebagai hoaks okeh Kemenkominfo. 

Penjelasan BPOM tentang kandungan BPA pada kemasan galon AMDK yang digunakan secara berulang ini dirilis Biro Hubungan Masyarakat dan Dukungan Strategis Pimpinan di laman resminya, Selasa (29/6). Pernyataan resmi BPOM ini untuk mengklarifikasi berita-berita yang tidak benar soal BPA pada kemasan galon AMDK akhir-akhir ini. Hal itu dilakukan untuk memastikan kepada masyarakat bahwa air minum dalam kemasan (AMDK) galon guna ulang yang beredar hingga kini aman untuk dikonsumsi.

BPOM secara rutin melakukan pengawasan pre-market dan post-market terhadap air minum dalam kemasan (AMDK) dan berbagai jenis kemasannya. Pengawasan yang dilakukan meliputi penilaian terhadap sarana produksi, evaluasi terhadap produk, label dan kemasan, konsistensi penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), dan sampling serta pengujian laboratorium. Selain itu, BPOM melakukan pengujian cemaran BPA dalam produk AMDK. Hasil uji laboratorium (dengan batas deteksi pengujian sebesar 0,01 bpj) menunjukkan cemaran BPA dalam AMDK tidak terdeteksi. (RO/OL-14)

BERITA TERKAIT