27 July 2021, 17:24 WIB

9 Orang Jadi Korban Penipuan Rekrutmen Satpol PP DKI


Hilda Julaika | Megapolitan

KEPALA Satpol PP DKI Jakarta Arifin mengungkapkan sebanyak 9 orang menjadi korban penipuan untuk menjadi pegawai Satpol PP. 

Perbuatan itu dilakukan dua oknum Satpol PP berinisial YF dan BA. Perkara ini pun sudah dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Senin (26/7) lalu.

“Mereka sudah mengajukan lamaran pekerjaan dan diterima. Kemudian, mereka bayar dengan nilai yang disebutkan Rp5 juta, Rp7 juta dan sebagainya,” jelas Arifin dalam keterangan video, Selasa (27/7).

Baca juga: Bongkar Mafia Alkes, Polda Metro Siap Bentuk Tim Khusus

Lebih lanjut, dia menyebut para terduga korban secara bervariasi mulai dipekerjakan sejak akhir Mei 2021. Adapun titik kumpul di Pasar Modern Bekasi dan penugasan harian, seperti anggota resmi, yang melakukan kegiatan patroli di wilayah Jakarta Timur.

Beberapa korban penipuan bahkan ada yang sudah mendapatkan gaji atau honor. Namun, banyak dari mereka justru memperoleh gaji tidak sesuai kontrak yang sudah ditandatangani.

“Kemudian, ada yang sudah beberapa bulan bekerja diberikan gaji tidak sebagaimana kontrak. Gajinya harusnya Rp4 juta sekian sesuai UMP. Tapi, ada yang terima hanya Rp2 juta, Rp1 juta, Rp900 ribu dan sebagainya,” imbuh Arifin.

Baca juga: Transjakarta: Ada 14 Karyawan Meninggal Akibat Covid-19

Para oknum juga menyasar rekrutmen ilegal untuk posisi pekerja di beberapa dinas Pemprov DKI Jakarta. Diketahui, terdapat data nama calon dari beberapa instansi yang akan dipekerjakan mulai Januari 2022. Mereka juga sudah menyetorkan sejumlah uang kepada terduga pelaku.

“Seluruhnya ada 9 orang yang tertipu menjadi pegawai Satpol PP. Tapi, yang bersangkutan sudah sebutkan ada dari dinas cipta karya sebanyak 5 orang. Kemudian, dinas perhubungan 8 orang dan dinas ptsp 14 orang. Mereka sudah direkrut dan sudah bayar, tapi belum mulai bekerja,” tandasnya.(OL-11)

BERITA TERKAIT