25 July 2021, 19:45 WIB

Jakarta Masih Kekurangan Nakes, Wagub Ajak Jadi Relawan


Selamat Saragih | Megapolitan

WAKIL Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, mengakui Ibu Kota saat ini masih kekurangan tenaga kesehatan (nakes) meski kasus Covid-19 sudah menurun.

Dia menambahkan, nakes yang bertugas saat ini jumlahnya sangat terbatas. "Kami perlu tambahan tenaga kesehatan, kami ajak semua yang punya keahlian, kompetensi untuk mendaftar sebagai relawan," kata Riza usai blusukan di RSUD Tebet dan RSUD Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (24/7).

Riza mencontohkan di RSUD Tebet jumlah nakesnya sangat minim jika dibandingkan jumlah pasien yang datang.

Riza menambahkan, tren Covid-19 di Jakarta menjelang berakhirnya PPKM Level 4: Kasus harian melandai, jumlah testing menurun hingga rekor angka kematian.

Di rumah sakit tipe C tersebut saat ini memiliki 285 nakes yang melayani rata-rata 400-500 kunjungan pasien. "Kami selalu upayakan fasilitas yang terbaik. Memang perlu ada peningkatan jumlah nakes. Oksigen cukup dan obat juga. Cuma nakes kami perlu tambah," katanya.

Menurut dia, pemerintah pusat menjanjikan akan menyiapkan sekitar 1.000 relawan kesehatan yang diharapkan bisa langsung terjun dalam waktu dekat.

Di sisi lain, Riza menyebut rasio keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) rumah sakit rujukan Covid-19 di Ibu Kota sudah mengalami penurunan seiring dengan kasus Covid-19 yang juga menurun.

Angka BOR dari sebelumnya di atas 90 persen, saat ini menjadi 77 persen atau terisi total 9.049 orang. "Ada penurunan cukup baik, mudah-mudahan ini pertanda baik dan keberhasilan PPKM," kata Riza.

Di DKI Jakarta terdapat sebanyak 140 rumah sakit yang merawat pasien Covid-19. Penurunan angka BOR tidak hanya terjadi di ruang isolasi, tapi juga ruang unit perawatan intensif (ICU).

BOR di ICU turun menjadi 88 persen dari sebelumnya 95 persen. Saat ini, keterisian tempat tidur di ICU mencapai 1.432 pasien. (OL-12)

BERITA TERKAIT