24 July 2021, 06:43 WIB

350 Polantas Diturunkan Amankan Jalan Sekitar Istana Jelang Demo Tolak PPKM


Siti Yona Hukmana | Megapolitan

DIREKTORAT Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya siap mengamankan sejumlah ruas jalan sekitar Istana Merdeka,Jakarta Pusat, hari ini, Sabtu (24/7).

Ratusan polisi lalu lintas (polantas) dikerahkan menjaga sejumlah ruas jalan itu dari para pengunjuk rasa yang menolak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4.

"Ada 350 personel (anggota Ditlantas)," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo, Sabtu (24/7).

Baca juga: Isu Demo Tolak PPKM, Shopee: Logo Kami Dicatut

Sambodo mengatakan personel itu mulai siaga pukul 07.00 WIB. Mereka akan mengamankan jalan-jalan yang ditutup untuk mengantisipasi penerobosan dari peserta demo.

Ditlantas Polda Metro Jaya mulai persiapan penutupan jalan di Patung Kuda Arjuna Wijaya menuju Istana Merdeka pada Jumat (23/7) malam. Penutupan jalan itu dilakukan dalam penerapan PPKM level 4 dan persiapan pengamanan unjuk rasa.

Jalan di Patung Kuda tampak ditutup menggunakan barrier beton. Sedangkan, di Jalan Harmoni, polisi menutup jalan menggunakan barrier beton, barrier water, dan kawat berduri.

Namun, Sambodo belum dapat memastikan jam buka tutup jalan tersebut. Polisi akan bertindak sesuai situasi di lapangan.

"Penutupan situasional, melihat perkembangan eskalasi di lapangan," ujar Sambodo.

Meski melakukan skema penutupan jalan, Sambodo mengatakan tidak ada pengalihan arus imbas unjuk rasa itu. Sebab, DKI Jakarta masih menerapkan PPKM.

"Tidak ada pengalihan arus lainnya. Saat ini penyekatan PPKM level 4 masih berlangsung di Sudirman-Thamrin (Jakarta Pusat)," ujar Sambodo.

Sebelumnya, beredar selebaran di media sosial WhatsApp. Selebaran itu bertuliskan Seruan Aksi Nasional Jokowi End Game. Unjuk rasa itu tertulis akan dilakukan hari ini, Sabtu (24/7) dengan cara long march dari Glodok-Istana Merdeka.

"Mengundang seluruh elemen masyarakat untuk turun ke jalan menolak PPKM dan menghancurkan oligarki Istana beserta jajarannya," demikian ajakan dalam selebaran itu.

Dalam selebaran itu terlihat ada beberapa pihak yang mendukung unjuk rasa tersebut. Seperti Shoppe Food, Gojek, Grab, Aliansi Mahasiswa, dan Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PPKL) Jakarta.

Namun, Grab Indonesia membantah menginisiasi unjuk rasa menolak pemberlakuan PPKM level 4. Hal itu disampaikan President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata.

"Kami tegaskan bahwa Grab tidak terlibat sama sekali dalam gerakan ini," kata Ridzki melalui keterangan tertulis, Jumat (23/7).

Dia menyampaikan logo Grab dalam surat yang disebar melalui pesan berantai dicatut pihak tidak bertanggung jawab. Dia menegaskan Grab tidak pernah mendukung aksi tersebut.

Grab Indonesia mengingatkan mitranya tidak terlibat atau memprovokasi mitra lain untuk melakukan kegiatan yang dapat merusak fasilitas umum. Hal itu tercantum dalam kode etik Grab. (OL-1)

BERITA TERKAIT