17 July 2021, 20:51 WIB

Rayakan Idul Adha Sehat dan Aman dengan Patuhi PPKM Darurat  


mediaindonesia.com | Megapolitan

PERAYAAN Idul Adha tahun ini masih dirayakan di tengah pandemi Covid-19. Namun kegiatan keagamaan seperti shalat Ied terpaksa ditiadakan dan prosesi penyembelihan hwan kurban harus dilakukan dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran Covid-19.

Idul Adhatidak bisa dirayakan dengan berkumpul bersama keluarga dan teman-teman karena adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat. Padahal, Idul Adha identik dengan “nyate”. 

Komisi B, Perekonomian DPRD DKI, M. Taufik Zoekifli menjelaskan, setiap Idul Adha, umat Islam yang mampu disunnahkan menyembelih hewan kurban, seperti sapi, kerbau, kambing atau domba.

Untuk meminimalisasi risiko penularan Covid-19, kegiatan kurban bisa di tempat penjualan hewan kurban, tempat pemotongan hewan kurban di rumah pemotongan hewan (RPH) dan tempat pemotongan hewan kurban di luar RPH. 

“Pada prinsipnya orang-orang yang terlibat di setiap lokasi baik di tempat penjualan, maupun tempat pemotongan hewan kurban, baik di RPH maupun di luar RPH harus menerapkan protokol kesehatan 5M. Selain itu, harus tetap harus tetap memperhatikan standar higiene sanitasi,” katanya dalam Webinar Talkshow dan Cooking Demo Menu Idul Adha yang digelar jagatbisnis.com, Sabtu (17/7/2021). 

Sementara itu, Ketua Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa 2021, Ahmad Faqih Syarafaddin menambahkan, dalam pelaksanaan pemotongan hewan kurban harus memperhatikan 3 hal pokok, yaitu, kesehatan dari hewan yang akan dikurbankan, poses penyembelihan hewan kurban dan distribusi daging hewan kurban kepada mustahiq.

“kurban merupakan momen yang spesial. Karena dengan adanya kurban, orang yang tidak bisa menikmati daging, maka pada hari Idul Adha jadi bisa menikmati daginh," kata Ahmad.

"Apalagi pada pandemi ini, distribusi hewan kurban menjadi lebih banyak secara volume, dan lebih luas secara wilayah. Sehingga semakin banyak masyarakat yang terbantu,” ungkapnya. 

Dia menjelaskan, untuk tahun ini pihaknya menargetkan tebar 52 ribu hewan kurban ke pelosok Nusantara hingga negara konflik Palestina. Target tersebut berdasarkan perhitungan sebaran produksi populasi peternakan-peternakan Dompet Dhuafa di 11 titik Sentra Ternak di seluruh Nusantara.

Selain itu, pihaknya juga memiliki mitra-mitra peternak di setiap daerah untuk membantu memasok hewan kurban, sekaligus membantu peternak yang kurang mampu.

“Justru karena pandemi terjadi, maka pihaknya harus bekerja lebih keras untuk memastikan kurban berjalan dengan sangat baik. Maka, harus benar-benar bisa memanfaatkan sedikit kesempatan yang ada untuk meringankan beban masyarakat,” tegasnya. 

Pada kesempatan yang sama, IDEAS Manager PT Asianagro Agungjaya, Fajar Marhaendra menambahkan, Idul Adha identik dengan kurban maka pihaknya memberikan beberapa tips pengolahan makanan lebih sehat dengan minyak samin merek Vitas.

Karena kalau terlalu berlebihan memakan olahan daging pada Idul Adha, bisa jatuh sakit, imun turun dan lebih berisiko terpapar virus Covid-19. 

“Biasanya, saat hari raya Idul Adha masyarakat Indonesia mengolah makanan yang mengandung lemak tinggi, seperti daging kambing. Kalau daging tersebut diolah sesuai dengan kaedah tertentu atau dengan minyak samin Vitas tidaklah masalah," ucapnya.

"Pada acara ini kami menyajikan cooking demo dengan menu gulai kambing, nasi kebuli dengan roti pratha,” beber Fajar. 

Menurut Fajar, minyak samin tersebut terbuat dari minyak kelapa sawit berkelanjutan dan memiliki fortifikasi vitamin yang diperlukan di masa pandemi Covid-19. Selain itu juga sangat pas dipadu dengan makanan yang mengandung lemak. 

“Sebagai salah satu eksportir kelapa sawit berkelanjutan terbesar di Indonesia, kami mendorong masyarakat untuk selalu mengonsumsi makanan sehat dengan menggunakan minyak kelapa sawit berkelanjutan,” tutup Fajar. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT