03 July 2021, 19:25 WIB

Sandiaga: Pariwisata Sangat Terpukul Akibat PPKM Darurat


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

MELONJAKNYA kasus covid-19 di Tanah Air hingga 2,2 juta kasus memicu pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat saat ini. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengaku pembatasan tersebut akan memukul sektor pariwisata dan ekonomi kreatif karena penutupan tempat pada sektor itu.

Sandiaga juga mengaku berat terhadap putusan ini karena selama enam bulan terakhir ini, dia gencar mempromosikan pariwisata di Indonesia. Termasuk pembukaan koridor wisata untuk turis asing di Bali, yang dipastikan ditunda pada bulan ini karena adanya PPKM darurat.

"Sektor ini betul-betul menghadapi tantangan yang sangat berat dan turbulensi ini dihadapi oleh sektor parekraf. Memang sebelumnya pernah (pembatasan aktivitas). Tapi nggak pernah seberat dan sekompleks ini," ujarnya dalam keterangan, Sabtu (3/7).

Pandemi covid-19, terlebih adanya varian baru Delta, ditegaskan Sandiaga memaksa seluruh pihak untuk meningkatkan keterampilan usaha.

Kemenparekraf pun menjanjikan akan mendorong perekonomian jutaan pekerja di sektor parekraf lewat program hibah dana pariwisata dan lainnya.

 

"Ada lebih dari 34 juta masyarakat Indonesia yang menggantungkan penghidupannya dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," tutur Politisi Partai Gerindra itu.

 

"Jadi, tantangannya bagaimana kami di Kemenparekraf bisa menghadirkan kebijakan yang tepat manfaat, tepat sasaran dan tepat waktu," tandas Sandiaga.

Sebelumnya, Menparekraf telah menginstruksikan seluruh destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif untuk ditutup sementara hingga (20/7) sesuai ketentuan PPKM darurat.

"Sebagai kementerian yang membawahi 13 sub sektor pariwisata dan 17 sub sektor ekonomi kreatif, kami menginstruksikan kepada seluruh pemangku kepentingan untuk mematuhi PPKM Darurat," imbuhnya.

 

BERITA TERKAIT