18 June 2021, 01:35 WIB

Tangerang Targetkan Vaksinasi 35 Ribu Warga di Zona Merah


Ant | Megapolitan

PEMKAB Tangerang mempercepat akselerasi vaksinasi kepada masyarakat umum, khususnya di zona merah penularan covid-19 dengan target 35 ribu orang.

"Hari ini kita sudah melaksanakan rapat evaluasi terkait penanganan covid-19 dan percepatan vaksinasi, kemudian nanti Kabupaten Tangerang pada 29 Juli 2021 akan melaksanakan vaksinasi secara serentak di wilayah zona merah dengan target sasaran 35 ribu orang," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Moch Maesyal Rasyid usai melakukan rapat secara virtual bersama Pemprov Banten di Tangerang, Kamis (17/6).

Pada vaksinasi korona yang dilaksanakan secara serentak itu, pihaknya akan memprioritaskan terlebih dahulu wilayah-wilayah zona merah dengan memaksimalkan peran fasilitas kesehatan di Kabupaten Tangerang.

"Sebetulnya pelaksanaan vaksinasi massal di zona merah kita sudah lakukan sebelumnya bahkan sampai saat ini. Sekarang dari Pemprov Banten menginstruksikan lagi agar gerakan vaksinasi ini kembali dilakukan lagi," katanya.

Ia mengharapkan dengan kembali dilakukan vaksinasi bagi masyarakat di wilayah zona merah dapat lebih tepat sasaran sehingga target yang ditentukan bisa tercapai.

"Sasarannya sendiri kita masih tetap masyarakat umum, terutama pada kelompok rentan terpapar virus, seperti lansia, pralansia, pedagang, dan petugas layanan sosial," ujarnya.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang per Kamis (17/6), telah dilakukan vaksinasi dosis pertama sebanyak 102.521 sasaran atau 90.8 persen, sedangkan vaksinasi dosis kedua sebanyak 68.569 sasaran atau 60.8 persen dengan total mencapai 112.812 sasaran.

Ia menambahkan terkait dengan kenaikan kasus korona saat ini, Pemkab Tangerang telah menginstruksikan seluruh jajaran rumah sakit daerah (RSUD), rumah sakit swasta, maupun puskesmas untuk memantau langsung apabila terjadi lonjakan guna segera dikendalikan.

"Nanti juga camat/kades dengan muspikanya untuk senantiasa melanjutkan operasi gebrak masker dan menyosialisasikan protokol kesehatan," pungkasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT