14 June 2021, 15:03 WIB

Anies: Gelombang Baru Covid-19 tidak Boleh Anggap Enteng


Hilda Julaika | Megapolitan

LONJAKAN kasus covid-19 di Jakarta saat ini merupakan gelombang baru. Lantaran menimbulkan penambahan kasus covid-19 yang tinggi sehingga tidak boleh dianggap remeh.

"Saya ingin menyampaikan kepada semua bahwa kondisi yang dihadapi oleh kita di Indonesia termasuk Jakarta merupakan gelombang baru yang tidak boleh dianggap enteng. Ini karena lonjakan pertambahan kasusnya itu banyak dan membahayakan bagi keluarga-keluarga yang saudaranya terkena. Mereka semua dalam kondisi khawatir," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Kantor PMI DKI, Jakarta Pusat, Senin (14/6).

Anies pun meminta masyarakat agar tetap tinggal di rumah terkecuali untuk kebutuhan yang mendasar dan penting. Para pelaku usaha, ekonomi, sosial, budaya, dan agama diminta menaati protokol kesehatan covid-19. "Itu adalah bagian dari sikap bertanggungjawab untuk melindungi diri kita sendiri, lingkungan kita, dan keluarga kita," jelasnya.

Dalam beberapa hari ini terdapat pertambahan kasus covid-19 dengan lonjakan amat tinggi. Data menunjukan bahwa dalam sepekan terakhir kasus aktif di Jakarta pada 6 Juni 2021 mencapai 11.500 dan per 13 Juni mencapai 17.400. Artinya dalam sepekan telah terjadi peningkatan 50%.

 

Anies juga menjelaskan bahwa positivity rate di Jakarta meningkat yang pada pekan lalu 9% pada Minggu (13/6) mencapai 17%. Pertambahan kasus baru empat hari terakhir mencapai 2.000, 2.300, 2.400, dan kemarin 2.700. Meskipun di sisi lain kemampuan testing di DKI Jakarta dalam sepekan ini ditingkatkan dari 4x lipat standar WHO menjadi 8x lipat, itu pun masih menunjukkan angka positivity rate tinggi. (OL-14)

BERITA TERKAIT