11 June 2021, 20:02 WIB

Wagub: Mudik jadi Biang Kerok Lonjakan Covid-19 di Jakarta


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

WAKIL Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria atau yang akrab disapa Ariza mengungkapkan kenaikan kasus covid-19 di Jakarta terjadi di antaranya disebabkan oleh faktor arus balik Lebaran. Selain itu, faktor lainnya juga adalah kedatangan warga Indonesia maupun warga negara asing ke Indonesia melalui Jakarta yang juga cukup meningkat.

Sebelumnya, kemarin Jakarta mencatat penambahan kasus tertinggi di tahun ini. Kemarin, Rabu 10 Juni ada 2.096 kasus baru covid-19 di Ibu Kota. Sementara pada hari sebelumnya atau Rabu (9/6) terjadi penambahan 1.376 kasus baru covid-19.

"Ya kenaikan covid-19 ini ada beberapa penyebab ya di antaranya ada mudik Lebaran, dampak juga interaksi yang semakin tinggi dalam dan luar kota. Karena sudah dibuka, yang datang dari luar negeri beberapa minggu terakhir ini," kata Ariza di Jakarta, Jumat (11/6).

Ia juga menilai protokol kesehatan yang mengendur menjadi salah satu penyebab naiknya penularan covid-19 di Jakarta. Mengendurnya prokes, kata mantan anggota DPR RI itu disebabkan warga yang jenuh karena telah hampir 1,5 tahun menghadapi pandemi yang tak kunjung usai.

Baca juga: Kasus Naik, Keterisian RS Rujukan Covid-19 Kembali Meningkat

"Sekali lagi kami mengingatkan, perjuangan kita belum selesai melawan pandemi Covid-19. Jadi jangan lengah, jangan santai. Kita harus sungguh-sungguh di jalur terdepan, di ruang kecil kita di rumah sekalipun di RT di RW, di komunitas di mana saja, tetap melaksanakan prokes," tegasnya.

Politikus Partai Gerindra itu juga menegaskan, pihaknya tak segan-segan untuk menindak para pengusaha yang melakukan pelanggaran protokol kesehatan.

"Kami tidak segan segan menindak apakah pasar, mall, resto, tempat usaha, pabrik yang melanggar prokes, kami akan tindak," pungkasnya.

Sementara itu, pada periode 3-9 Juni terdapat penambahan kasus baru covid-19 hingga 8.666 kasus atau rata-rata 1.238 kasus per hari. Jumlah ini lebih tinggi jika dibandingkan periode sebelumnya yakni 27 Mei - 2 Juni dengan 5.124 kasus baru atau rata-rata ada 732 kasus baru per hari. (OL-4)

BERITA TERKAIT