11 June 2021, 18:12 WIB

Kerumunan McDonald's Bisa Picu Klaster Covid-19 Baru             


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

EPIDEMIOLOG Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menyebutkan kerumunan di gerai McDonald's (McD) bisa memicu klaster baru penularan covid-19. Pihaknya pun menyayangkan terjadinya kerumunan ojek 'online' di gerai-gerai McDonald's di Jabodetabek yang disebabkan peluncuran menu baru BTS's Meals hasil kerja sama dengan grup Kpop Bangtan Boys (BTS) pada Rabu (9/6) lalu.

"Ya pastinya ada potensi penularan dan bisa membuat klaster baru di tengah klaster yang sudah sangat banyak ini di Indonesia," kata Dicky saat dihubungi.

Ia pun menegaskan, kerumunan di tempat usaha ini mencerminkan pelonggaran usaha yang tidak diimbangi dengan kepatuhan dalam menerapkan protokol kesehatan seperti 'physical distancing'.

Menurutnya, ini juga menjadi bukti tidak adanya komitmen kuat dan koordinasi lintas sektor dalam penanganan pandemi. Padahal, semua sektor, termasuk pengusaha, berperan penting dalam pengendalian pandemi.

Baca juga : Kasus Naik, Keterisian RS Rujukan Covid-19 Kembali Meningkat

Seharusnya, hal ini juga bisa diantisipasi jauh-jauh hari melalui perencanaan yang matang oleh semua pihak terkait. Terlebih, penggemar Kpop di Indonesia terutama di kota-kota besar seperti Jakarta cukup berkembang pesat. Promo yang menggaet artis Kpop pasti diminati dan pesanannya akan membludak.

"Pelonggaran harus diikuti dengan komitmen prokes. Jika ada pelanggaran harus ditindak tegas. Ketegasan ini yang belum konsisten menurut saya. Karena sekali lagi kita dalam situasi yang sangat serius nih. Apalagi buat dunia usaha bisnisnya akan lebih terdampak apabila bisnisnya tidak menerapkan aturan yang ketat," ujarnya.

Sebagai solusi, Dicky menyarankan pihak McDonald's apabila ingin meneruskan promosi BTS's Meals tersebut harus melakukan inovasi agar tidak terjadi pelanggaran serupa seperti pembatasan jumlah pembelian per harinya, pembatasan pembelian agar bisa merata di seluruh gerai sehingga konsentrasi pemesanan tidak terfokus di lokasi tertentu, juga batasan jumlah yang dapat dibeli agar semua masyarakat yang berminat bisa memperoleh menu tersebut.

"Satu lagi, dengan adanya kejadian ini, pihak aplikasi pemesanan daring juga harus melihat betapa pentingnya vaksinasi bagi para ojol dan kurir. Oleh sebab itu, vaksinasi kepada mereka harus ditingkatkan," tukasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT