11 June 2021, 15:19 WIB

Polda Metro Bentuk Tim Gabungan Berantas Pungli di Tanjung Priok


Rahmatul Fajri | Megapolitan

KAPOLDA Metro Jaya Irjen M Fadil Imran membentuk tim gabungan untuk memberantas maraknya pungutan liar terhadap sopir truk kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Sebelumnya, polisi telah mengamankan 49 pelaku pungutan liar yang memalak sopir truk di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. Pelaku merupakan karyawan perusahaan yang memeras sopir saat mengangkut kontainer dan preman yang memalak di jalanan.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan praktik pungli sudah berlangsung sejak lama dan telah menjadi budaya. Ia mengatakan tim gabungan bersama stakeholder terkait akan menindak tegas pelaku pungli tersebut.

"Ini meresahkan bentuk pungli di pelabuhan. Kami akan susuri. Tim gabungan akan bergerak, kami tidak akan segan menindak. Ini meresahkan. Ini adalah penyakit masyarakat," kata Yusri, di Mapolres Metro Jakarta Utara, Jumat (11/6).

Yusri mengatakan Kapolda Metro Jaya memerintahkan jajarannya untuk segera menindak pelaku pungli dan memberantas premanisme di jalanan.

Baca juga: Wagub DKI Minta Warga Laporkan Aksi Premanisme dan Pungli

"Ini ucapkan dari Kapolda ke Kapolres tidak boleh main-main. Ini pelaku yang harus kita basmi. Ini saya sampaikan terus, biar tahu semua pelaku stop di sini. Ini menghambat perekonomian Indonesia. Di masa pandemi covid-19 jangan dibebankan dalam bentuk premanisme jalanan. Seluruhnya akan kita proses," kata Yusri.

Selain itu, Yusri mengatakan pihaknya juga meminta masyarakat untuk melaporkan adanya pungli. Ia mengatakan polisi telah menyediakan saluran telepon 110 untuk menampung laporan tersebut.

"Slakan telpon 110. Itu quick respons. Kami langsung merespon segera datang ke TKP. Kami minta bantuan masyarakat. Kalau masih melihat orang seperti ini (pungli) segera laporkan," kata Yusri.(OL-4)

BERITA TERKAIT