11 June 2021, 11:25 WIB

Sopir Lapor Jokowi, Polisi Bekuk 7 Pemalak di Priok


Rahmatul Fajri | Megapolitan

POLISI mengamankan tujuh karyawan Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta Utara yang melakukan pungutan liar (pungli) terhadap sopir truk.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis mengatakan ketujuh pelaku itu berinisial MAG (37), RD (41), AS (36), WW (24), BEP (31), RPH (50), dan B (42). Mereka diamankan di kawasan PT JICT, Pelabuhan Tanjung Priok, Jumat (11/6) dinihari pukul 01.00 WIB.

Putu mengatakan ketujuh pelaku diketahui berprofesi sebagai operator crane di PT JICT. Pelaku meminta uang kepada sopir truk untuk memudahkan proses bongkar muat barang. Putu mengatakan para pelaku meminta sejumlah uang mulai dari Rp5 ribu hingga Rp20 ribu yang harus dibayar sopir truk.

Para pelaku, jelas Putu, meletakkan botol minum dari plastik di alat crane sebagai wadah uang pungli tersebut. Jika botol tersebut tidak diisi, maka mereka tidak melayani pemindahan barang.

"Para pelaku ini yang menerima uang pungutan yang telah ditentukan nominalnya. Apabila tidak memberikan, maka pelayanan akan diperlambat atau tidak dilayani," ucap Putu, kepada wartawan, Jumat (11/6).

Putu mengatakan pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa wadah plastik dan botol air mineral yang menjadi tempat pungli pelaku beserta uang senilai Rp1.287.000.  Saat ini para pelaku tengah diperiksa secara intensif di Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau biasa disapa Jokowi bertemu sejumlah sopir kontainer untuk mendengar langsung keluhan yang mereka alami, terutama soal pungli.

Agung Kurniawan, seorang sopir kontainer mengungkapkan bahwa tindakan premanisme sudah berjalan selama bertahun-tahun, tanpa ada penyelesaian dari aparat keamanan.

Dia dan banyak rekan pengemudi lainnya seringkali ditodong dan dipalak oleh bandit setempat. "Ketika macet di daerah pelabuhan, kami sering jadi korban kejahatan. Preman datang ada yang mengambil handphone, sparepart kontainer, seperti ban dan aki," kisah Agung.

Saat insiden itu terjadi, pengemudi sopir lain tidak berani membantu, lantaran preman kerap membawa senjata tajam. "Semua takut. Kalau membantu, preman-preman itu bisa menyerang. Itu memprihatinkan sekali, Pak," kata dia mengadu ke Presiden Jokowi.

Jokowi langsung menelpon Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo setelah mendengar keluhan tersebut. "Ini, saya di Tanjung Priok, banyak keluhan dari driver kontainer yang berkaitan dengan pungutan liar di Depo Fortune, NPCT 1, kemudian di Dwipa. Kedua, kalau pas macet itu banyak driver yang dipalak preman. Keluhan ini tolong diselesaikan," perintah Jokowi kepada Listyo. (OL-13)

Baca Juga: Mengadu ke Presiden, Sopir Kontainer: Banyak Pungli di Priok

BERITA TERKAIT