09 June 2021, 11:46 WIB

Jokowi Ingin Adanya Transportasi Massal yang Terintegrasi


Dhika Kusuma Winata | Megapolitan

PRESIDEN Joko Widodo meninjau progres pembangunan Lintas Rel Terpadu (LRT) Jabodebek. Kereta ringan yang akan menghubungkan Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi itu ditargetkan rampung pertengahan tahun depan dan dioperasikan untuk masyarakat. Presiden menginginkan agar setiap transportasi massal bisa terintegrasi.

"Kenapa LRT ini kita bangun? Kita ingin membangun transprotasi massal yang terintegrasi. MRT, LRT, kereta bandara, bus Transjakarta semuanya terintegrasi sehingga terjadi efisiensi dalam orang bepergian dari satu titik ke titik yang lain dan kita harapkan setelah ini selesai kita akan masuk kepada titik-titik yang lain," kata Presiden Jokowi seusai meninjau Stasiun LRT Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Rabu (9/6).

Presiden menyampaikan progres pembangunan LRT Jabodebek itu sudah mencapai 84,7%. Uji coba dijadwalkan pada April 2022 dan operasional resmi pada Juni 2022.

Baca juga: Jajal LRT Jabodebek, Jokowi: Tanpa Suara, Nyaman Sekali

Tidak hanya meninjau lokasi stasiun, Presiden turut menjajalnya. Jokowi mencoba rangkaian LRT dari Stasiun Harjamukti Cibubur ke Stasiun TMII. Kepala Negara terkesan dengan performa kereta ringan itu.

"Tadi kita mencoba. Tadi keretanya halus, nyaman, kecepatannya juga baik. Dapat dikatakan tanpa suara, nyaman sekali," tutur Jokowi.

Pembangunan LRT Jabodebek dilakukan dalam dua fase. Saat ini dirampungkan fase pertama sepanjang 44,43 kilometer.

Fase pertama ini akan melayani 18 titik pemberhentian serta terdiri atas tiga lintas pelayanan, yakni Cawang-Cibubur, Cawang-Dukuh Atas, dan Cawang-Bekasi Timur.

LRT juga akan beroperasi di dua rute perjalanan, yakni Cibubur Line dari Stasiun Harjamukti ke Dukuh Atas dan Bekasi Line dari Stasiun Jatimulya ke Dukuh Atas.

Sejumlah stasiun LRT Jabodebek nantinya akan terintegrasi dengan moda angkutan transportasi umum lainnya seperti Transjakarta, KRL commuter line, MRT, hingga kereta cepat Jakarta-Bandung.

Presiden menyampaikan LRT yang 100% dibangun perusahaan dalam negeri oleh PT Industri Kereta Api (PT Inka) dan PT Adhi Karya itu semua konstruksinya dikerjakan di Indonesia.

Jokowi menyatakan model pembangunan seperti itu bisa menjadi modal penting untuk kemajuan industri perkeretaaapian. Presiden menginginkan agar perusahaan dalam negeri juga bisa membangun LRT di negara-negara lain.

"Pengalaman dalam pembangunan yang seperti ini yang kita butuhkan sehingga kita memiliki pengalaman membangun konstruksi LRT. Pengalaman membangun keretanya oleh PT Inka ini akan menjadi fondasi apabila kita membangun LRT, membangun kereta untuk negara-negara lain. Sekarang kan kita sudah ekspor kereta ke Bangladesh, Filipina. Kita harapkan LRT juga akan seperti itu," pungkas Jokowi. (OL-1)

BERITA TERKAIT