09 June 2021, 10:04 WIB

107 Siswa SDN 17 Kebayoran Lama Selatan Ikuti Uji Coba PTM


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

SEBANYAK 107 siswa-siswi SDN 17 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan mengikuti uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Jumlah tersebut merupakan 89,16% dari total keseluruhan siswa-siswi kelas 4 dan kelas 5 yang berjumlah 120 orang.

Kepala SDN 17 Kebayoran Lama Selatan Papuani M. mengatakan, tidak semua murid kelas 4 dan 5 mengikuti PTM karena tidak mendapatkan izin dari orangtuanya.

"Hanya 90% orangtua yang menyetujui. Jadi yang tidak setuju masih melakukan pembelajaran jarak jauh di rumah," kata Papuani ketika ditemui Media Indonesia, Rabu (9/6).

Untuk kelas 6 sudah tidak mengikuti uji coba karena sudah lulus. Saat ini kegiatan belajar mengajar yang sedang dilakukan adalah ujian kenaikan kelas atau penilaian akhir tahun (PAT). Total ada 54 siswa kelas 4 dari dua rombongan kelas dan 53 siswa kelas 5 dari dua rombongan kelas yang mengikuti uji coba PTM.

"Ada 5A dan 5B serta 4A dan 4B. Dua-duanya kita bagi 50%. Misal 4A yang disetujui ikut PTM ada 28 orang. Maka 28 orang kita bagi dua lagi jadi satu kelas hanya 14 orang," terangnya.

Untuk hari ini, hanya kelas 5 yang mengikuti PTM. Besok sekolah akan ditutup untuk proses sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan. Selanjutnya, sekolah akan kembali dibuka lusa untuk giliran kelas 4.

Dalam mempersiapkan pelaksanaan uji coba PTM, Papuani menjelaskan, ia beserta guru-guru mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Pelatihan dilaksanakan sejak 24 Mei hingga 4 Juni lalu. Pelatihan kepada guru-guru diberikan untuk mempersiapkan guru agar dapat optimal melakukan metode 'blended learning'.

"Blended learning itu kita mengajar sekaligus yang ada di sekolah dan di rumah menggunakan zoom," paparnya.

Pemantauan dilakukan oleh dokter dari Puskesmas Kebayoran Lama setiap hari guna memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan ketat.

Setiap siswa yang hadir ke sekolah harus memakai masker, dicek suhunya, dan mencuci tangan setibanya di sekolah.

Ada dua unit wastafel yang disediakan di dekat pintu gerbang sekolah. Selain itu, hand sanitizer juga disediakan di masing-masing kelas. (Put/OL-09)

BERITA TERKAIT