07 June 2021, 16:39 WIB

PPDB DKI Hari Pertama, Ombudsman Temukan Dua Masalah


Selamat Saragih | Megapolitan

KEPALA Perwakilan Ombudsman Jakarta Raya, Teguh P Nugroho, mengatakan, pihaknya menemukan dua masalah pada hari pertama pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) DKI Jakarta Tahun Ajaran (TA) 2021/2022.

Kedua masalah ini merupakan temuan sementara yang dialami orang tua murid saat mendaftarkan anaknya secara online hari ini (Senin, 7/6).

"Pertama, ada problem dengan server, sistem ngak siap ketika traffic penuh. Orang tua berlomba untuk masuk duluan karena urutan pendaftaran menjadi perhitungan jika kuota penuh," ujar Teguh, di Jakarta, Senin (7/6).

Hal ini, jelas Teguh, membuat orang tua murid mengalami kesulitan untuk mengakses laman pendaftaran PPDB 2021. Menurut dia, hal ini bukan karena internet orang tua yang lambat.

"Pastinya bukan karena leletnya internet dari pihak orang tua, karena infrastruktur internet Jakarta sangat memadai," ungkapnya.

Masalah kedua, kata Teguh, keluhan dari orang tua murid terkait kolom asal sekolah yang tidak kunjung muncul.

Menurut Teguh, hal ini juga menghambat proses pendaftaran yang dilakukan orang tua murid.

Karena terjadi masalah, pihak Ombudsman setuju PPDB 2021 DKI digelar berbasis zonasi RT/RW di DKI Jakarta.

"Kasus ini seperti yang terjadi dua tahun yang lalu. Jadi, Disdik DKI Jakarta harus segera menyiapkan mitigasi agar problem ini bisa segera diantisipasi," imbau Teguh.

Sebagaimana diketahui, PPDB Tahun Pelajaran (TP) 2021/2022 di DKI Jakarta dimulai hari ini (Senin, 7/6). Semua proses PPDB TP 2021 dilakukan secara daring atau online. PPDB ini dimulai pukul 08.00 WIB hingga nanti ditutup pada Rabu (9/6) pukul 14.00 WIB.

Untuk pendaftaran online, lanjutnya, orang tua murid harus melakukan ajuan akun, mengisi formulir secara daring untuk mendapatkan token atau PIN baru bisa dapat mengaktivasi akun kemudian melakukan pendaftaran sekolah yang diinginkan.

Baca juga: Situs PPDB DKI Error, Orangtua Menjerit

Setelah pendaftaran dibuka, orang tua calon siswa SMA tidak bisa melakukan ajuan akun. Berkali-kali mengulangi mengisi formulir di ajuan akun, tetapi tidak bisa dilanjutkan ke tahap cek verifikasi akun.

Dalam website ppdb.jakarta.go.id terdapat keterangan, “Perhatian! F88CF: Terjadi Gangguan Interkoneksi dengan sistem SIDANIRA. Silakan coba beberapa saat lagi.”

Kondisi ini menimbulkan keresahan orang tua calon peserta didik. Karena mereka ingin segera mendapatkan akun. Tanpa ada akun, maka mereka tidak bisa mendaftarkan anak ke SMA yang diinginkan.

Salah satu orang tua siswa, Mei mengatakan sudah hampir 10 kali melakukan pengulangan ajuan akun, tetapi tetap tidak bisa di akses. “Susah banget aksesnya. Masa sudah 10 kali mengulang ajuan akun, tetap saja ada keterangan terjadi gangguan interkoneksi dengan sistem Sidanira. Silakan coba lagi. Ini cobanya sampai beberapa lama lagi,” kata Mei.

Menurut dia, tidak bisa melakukan ajuan akun karena sistem Sidanira terganggu sangat meresahkan orang tua murid.

“Sudah pada resah. Ini di grup orang tua murid sudah pada ribut, karena susah masuk untuk ajuan akun. Kalau begini, kapan bisa daftar sekolahnya,” keluh Mei.

Beberapa jenjang pendidikan yang dimulai hari ini yakni:

1. Jenjang SD

- Jalur Afirmasi Prioritas I: 7 – 11 Juni 2021

- Jalur Pindah Tugas Orang Tua dan Anak Guru: 7 – 25 Juni 2021

2. Jenjang SMP dan SMA

- Prestasi Akademik dan Non Akademik: 7-11 Juni 2021

- Jalur Pindah Tugas Orang Tua dan Anak Guru: 7 Juni – 2 Juli 2021

3.Jenjang SMK

- Prestasi Akademik dan Non Akademik: 7 – 11 Juni 2021

- Jalur Pindah Tugas Orang Tua dan Anak Guru: 7 Juni – 2 Juli 2021. (OL-4)

BERITA TERKAIT