01 June 2021, 18:09 WIB

Soal Polemik Road Bike, Pengamat: Jalan Raya bukan untuk Balapan


Hilda Julaika | Megapolitan

PENGAMAT Transportasi Djoko Setijowarno mengkritik kebijakan jalur untuk road bike (sepeda balap) di kawasan Sudirman-Thamrin. Diketahui, izin tersebut akan berlaku pada hari kerja Senin-Jumat, dengan pengaturan waktu pada pukul 05.00-06.30 WIB.

Dia menilai kebijakan itu tidak tepat, karena jalur sepeda sudah mulai dibangun di kawasan tersebut. Adapun sepeda balap seharusnya tidak berada di jalan raya, namun di arena khusus untuk balapan.

Baca juga: Polisi Ingatkan Pesepeda Road Bike tidak Arogan di Jalan

“Tujuannya shifting ke sepeda untuk kerja tiap hari, bukan untuk olah raga. Kalau olahraga dengan road bike memang harus di stadium. Seperti halnya balapan motor atau mobil di sirkuit, bukan balapan di jalan raya,” ujar Djoko saat dihubungi Media Indonesia, Selasa (1/6).

Diketahui, sudah ada jalur sepeda di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin. Itu berupa lajur sepeda terlindungi dengan maksimum kecepatan 25 km/jam, berikut lajur yang menyatu dengan trotoar lebar dengan maksimal laju sepeda 10 km/jam.

Djoko pun mengimbau Pemprov DKI Jakarta untuk mempertimbangkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Menurutnya, tempat yang cocok dan aman untuk sepeda balap adalah Gelanggang Velodrome di Rawamangun.

Baca juga: Uji Coba Road Bike JLNT Kokas Tinggi Peminat

Kendati demikian, jika lajur khusus road bike tetap diizinkan, dia menekankan urgensi kepatuhan tinggi dari pengguna sepeda. Aturan dasar, seperti maksimal dua sepeda yang sejajar dan maksimal 10 baris, hingga mengikuti traffic light di persimpangan.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria menyebut road bike akan diperbolehkan melintas di Jalan Sudirman-Thamrin. "Lintasan sepeda balap Sudirman-Thamrin untuk Senin-Jumat diperbolehkan jam 05.00 WIB sampai jam 06.30 WIB," tutur Riza.(OL-11)

VIDEO TERKAIT :

BERITA TERKAIT