04 May 2021, 14:06 WIB

Pemprov DKI Alihkan Isolasi dari Hotel ke Wisma Atlet


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

KONDISI penanganan kasus covid-19 di mulai berkembang positif sepanjang Maret hingga April. Selama dua bulan tersebut, kasus aktif berhasil turun drastis dengan rata-rata jumlahnya 6 ribu kasus per hari.

Angka ini turun jauh dibandingkan puncak lonjakan kasus covid-19 pada Februari lalu yang mencapai 26 ribu kasus aktif.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, pihaknya pun mengalihkan isolasi mandiri dari hotel-hotel ke Wisma Atlet.

"Sementara kita alihkan ke Wisma Atlet. Karena keterisian di Wisma Atlet hanya 20%. Jadi kita alihkan ke sana semua," kata Widyastuti di Balai Kota, Selasa (4/5).

Widyastuti mengatakan, pengalihan pasien isolasi dari hotel ke Wisma Atlet sudah terjadi sejak April lalu. Pengalihan itu dilakukan sebab dari segi pengawasan pasien dan pemenuhan kebutuhan perawatan pasien akan lebih mudah jika pasien isolasi mandiri ada di Wisma Atlet.

Baca juga: Mulai Hari Ini, Penumpang Diizinkan Transit di Stasiun Tanah Abang

Penurunan jumlah kasus aktif yang berimbas pada penurunan keterisian tempat tidur isolasi juga terjadi di RS rujukan di Jakarta.

Dari data Dinkes DKI Jakarta per 25 April 2021 keterisian tempat tidur isolasi di RS rujukan di Jakarta hingga saat ini juga menurun ke angka 36%. Dari total 6.942 tempat tidur isolasi telah terisi 2.507 unit.

Kemudian, keterisian ICU di RS rujukan covid-19 adalah 41%. Dari jumlah tempat tidur ICU sebanyak 1.946 unit terisi sebanyak 428 unit.

Namun demikian, ia menegaskan tidak akan mengurangi jumlah RS rujukan dan ketersediaan tempat tidur isolasi yang ada. Saat ini RS rujukan di Jakarta tetap ada 106 unit.

"Walaupun menurun tapi kami dalam posisi mempertahankan, tidak ada pengurangan RS rujukan," ujar Widyastuti. (OL-4)

BERITA TERKAIT