30 April 2021, 23:08 WIB

Pemekaran Bogor Barat dan Timur Tergantung Pemerintah Pusat


Dede Susianti |

PEMEKARAN wilayah atau pembentukan calon daerah persiapan otonomi baru (CPDOB) Bogor Barat dan Bogor Timur, tinggal menunggu pencabutan moratorium. Apalagi CDPOB Bogor Timur dan Bogor Barat sudah mendapat persetujuan dari Gubernur Jawa Barat dan DPRD Provinsi Jawa Barat.

"Rencana pemekaran wilayah itu tidak ujug-ujug. Jadi kronologisnya harus paham dulu. Jawa Barat itu dulu pernah ada Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 31 Tahun 1990. Ada 24 kabupaten/kota di Jawa Barat sudah melakukan kajian, dan punya keinginan dimekarkan menjadi 42 kabupaten/kota. Kebetulan saya pernah bertugas di provinsi selama 7 tahun, jadi hafal itu semua,” ungkap Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Burhanudin saat dialog di salah satu radio swasta, Kabupaten Bogor, Jumat (30/4).

Burhanudin menyebutkan, Bupati Bogor Ade Yasin, termasuk DPRD sampai Gubernur Jawa Barat Ridwan Kami juga diklaim sudah menyetujui pembentukan CDPOB Bogor Barat dan Bogor Timur.

Baca juga: Mendagri: Otonomi Daerah Bisa Lahirkan Pemimpin Inovatif

Menurutnya itu merupakan amanat RPJMD, dimana Bupati mengusulkan pembentukan CDPOB Bogor Barat dan Bogor Timur. Sebagai tindak lanjut, pihaknya pun mempersiapakan diri dengan mendesign dan melengkapi persyaratan Bogor Barat dan Bogor Timur itu dengan berpedoman ke Rencana Induk Penataan Daerah Otonomi.

"Saya menekankan, pembentukan CDPOB ini bukan seolah-olah hanya mengejar keinginan, tapi ini kebutuhan masyarakat. Kami sama sekali tidak berpikir nanti kalau jadi akan bagi-bagi kekuasaan, agar ada kursi tambahan dan lain- lain. Tidak begitu, tapi lebih bagaimana kami mendekatkan pelayanan, meningkatkan pelayanan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Burhan begitu dia akrab disapa membeberkan potensi kedua wilayah tersebut. CDPOB Bogor Barat yang sudah didorong sejak awal tajun 2013, katanya, memiliki hampir semua potensi. Punya pariwisata, kesuburan tanah untuk pertanian, perternakan, perkebunan dan pertambangan.

Kemudian kaitan dengan sarana, dia menyebut, pihaknya sudah membangun (tersedia) rumah sakit, terminal bahkan jika nanti Kecamatan Dramaga masuk di Bogor Barat, IPB University pun jadi ada di Barat. Di sana pun sudah dipersiapkan zona bisnis yang bertaraf nasional dan regional.

Baca Juga: Plt Kadisparekraf DKI Jakarta Diperiksa Terkait Mafia Karantina

"Sementara di Bogor Timur, kalau bicara PAD nya bahkan lebih besar. Kalau hari ini, Bogor Barat sekitar Rp 280 milyar, Bogor Timur justru bisa sampai Rp 500 milyar walaupun cuma tujuh kecamatan. Jadi lebih besar. Di Timur salah satu penunjang terbesarnya, kita punya dua pabrik semen,” ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, di Timur juga ada penyumbang jasa perdagangan, kota wisata ada di timur yang sudah berkembang. Kemudian juga Grup Citra Indah ada di Timur.

Terlebih lagi sekarang ini, daerah yang di ujung Tanjungsari juga sudah berkembang sebagai objek penangkaran rusa dan objek wisata Sukamakmur. Hal tersebut dianggap bisa menambah pundi-pundi PAD di wilayah Timur.

"Jadi kami optimis Timur dan Barat, berkembang. Sekarang kita tetap bersama-sama masyarakat, aktivis, forum, terus mendorong. Mudah-mudahan ketika pemerintah mencabut moratorium, kita masuk di rangking atas. Saya selalu optimis kalau kita bisa berada di rangking atas melihat dari aspek kewilayahannya,” katanya.(OL-13)

BERITA TERKAIT