29 April 2021, 14:04 WIB

Kota Bogor Siap Gelar PTM pada Juli di 73 Sekolah


Dede Susianti | Megapolitan

PEMBELAJARAN Tatap Muka (PTM) di Kota Bogor, Jawa Barat, rencananya akan dimulai pada Juli mendatang. Dilaksanakan di 73 sekolah mulai tingkat SD hingga SMP. Namun, kepastian kapan ujicoba dilangsungkan belum diputuskan.

Demikian benang merah dalam Fokus Group Discussion (FGD) di Balai Kota Bogor, kemarin. FGD dipimpin oleh Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, dan dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan, Hanafi, Kepala Dinas Kesehatan, Sri Nowo Retno, Ketua Dewan Pendidikan dan Kepala Cabang Daerah (KCD) Pendidikan wilayah Jawa Barat.

Wakil Wali Kota, Dedie A Rachim menyatakan, sebelum pelaksanaan PTM dilansungkan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Paling dekat adalah perayaan Hari Raya Idul Fitri, dimana banyak masyarakat yang pulang kampung.

Dia mengatakan, pemerintah sudah melakukan pelarangan untuk mudik. Karena jika tidak dilarang dan terjadi lonjakan kasus baru, maka bisa saja PTM tak jadi dilansungkan. Misalnya Kota Bogor masuk dalam zona merah.

"Jadi tidak serta merta Juli semuanya bisa melaksanakan pendidikan tatap muka. Perjuangan dan usaha kita semua inilah yang menentukan. Tujuan dan target utamanya adalah menyelenggarakan pendidikan tatap muka pada bulan Juli 2021 dengan segala syarat pelaksanaan dan kondisi dengan status paling tidak sudah turun ke zona kuning," jelas Dedie.

Dalam FGD itu juga dibahas tentang teknis ketika PTM dilansungkan. Seperri bagaimana dalam satu kelas pembelajaran dilaksanakan, berapa orang yang boleh masuk dalam kelas dan kemudian berapa durasi pembelajaran.

"Semua teknis itu kemudian akan menjadi patokan kita,"kata Dedie.

Ditempat yang sama, Kepala Disdik Kota Bogor Hanafi menjelaskan, dari 73 sekolah yang diujucoba tersebut diantaranya 37 sekolah SMP dan 36 sekolah SD. Semuanya berasal dari sekolah negeri dan swasta serta diambil dari 6 kecamatan yang ada di Kota Bogor.

"Kita akan mengupayakan secepatnya sebelum bulan Juli, ujicoba akan dilakukan. Kami belum bisa tentukan kapannya," kata Hanafi.

Dia menyebut, rekomendasi baru hanya untuk setingkat SD dan SMP. Untuk setingkat PAUD, belum direkomendasikan hanya diminta melakukan ujicoba untuk kelas B yang akan masuk ke tingkat SD. Tentunya tetap dengan protokol kesehatan yang ketat.

Demi kelancaran ujicoba, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Satgas Covid-19 Kota Bogor dan stakeholder lainnya dalam menyambut PTM pada Juli mendatang. Tak hanya di dalam sekolah, namun juga saat siswa di luar sekolah.

Dia juga menegaskan, bahwa ujicoba PTM ini juga harus berdasarkan izin dari orang tua masing - masing siswa. Pihak sekolah tak dapat memaksa siswa untuk mengikuti kegiatan pra-PTM di Kota Bogor ini.

"Karena kan kita tidak tahu kondisi kesehatan anak itu. Saya minta PTM ini dipersiapkan. Saya minta izin orangtua kalau tidak izinkan tidak dipaksa," pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: Presiden: THR Paling Telat Dibayar 10 Hari Kerja Sebelum Lebaran

BERITA TERKAIT