18 April 2021, 15:29 WIB

Epidemiolog: Pak Anies, Pandemi Covid-19 di DKI belum Terkendali!


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

ANGKA positivity rate covid-19 di Jakarta masih tinggi yakni di atas 10%. Padahal WHO mensyaratkan angka ideal positivity rate adalah 5%.

Epidemiolog dari Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman, mengatakan hal itu menandakan penularan covid-19 di Jakarta masih tinggi.

Baca juga: PMI Temanggung Jemput Bola ke Pendonor selama Ramadan

"Dan wabah belum terkendali. Ini harus jadi perhatian," kata Dicky saat dihubungi Media Indonesia, Minggu (18/4).

Dicky menjelaskan tingginya tingkat positif ini juga menunjukkan masih banyak penularan yang tidak terdeteksi. Meskipun angka tes PCR Pemprov DKI Jakarta sudah tinggi dan di atas standar WHO, tingkat positif masih tinggi sehingga belum menjadi tanda meredanya wabah di Ibu Kota.

"Ya tesnya memang tinggi. Sudah memenuhi standar WHO. Tapi itu sekadar memenuhi. Kalau dikatakan wabah terkendali ya belum cukup," ungkapnya.

Untuk itu ia menekankan agar Pemprov DKI Jakarta terus menambah jumlah tes PCR di Jakarta. Kebijakan 3T (testing, tracing, treatment) harus ditingkatkan untuk mendeteksi kasus-kasus covid-19 di masyarakat.

"3T itu jangan sampai melemah. Harus ditingkatkan," tandasnya.

Sebelumnya, sepekan ini kasus aktif covid-19 di Jakarta terus menurun. Angka 'positivity rate' pun menurun dari sebelumnya selalu di atas 13% menjadi 10%.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun dalam keterangan videonya pada 12 April 2021 lalu mengatakan covid-19 di Jakarta telah terkendali. Hal itulah yang membuat dirinya melonggarkan sejumlah kebijakan pembatasan di masa Ramadan tahun ini.

Misalnya, tahun lalu warga dilarang untuk beribadah di masjid. Namun, tahun ini warga diperbolehkan beribadah di masjid dengan protokol kesehatan. (Put/A-3)

BERITA TERKAIT