17 April 2021, 14:15 WIB

Penegasan Kakorlantas Larang Mudik Lebaran Diapresiasi


Mediaindonesia.com | Megapolitan

SETELAH sempat memperbolehkan warga mudik sebelum 6 Mei dan bahkan akan memperlancar perjalanan pemudik, Kakorlantas Polri Irjen Istiono akhirnya tidak tidak lagi merekomendasikan. Alasannya jelas, yakni mengikuti kebijakan pemerintah yang meniadakan mudik Lebaran.

"Pada hakikatnya sebelum tanggal 6 (Mei 2021) tidak direkomendasikan untuk mudik mendahului," kata Istiono kepada wartawan, Jumat (16/4). Istiono menjelaskan alasan pihaknya kini tak merekomendasikan warga mudik mendahului larangan mudik berlaku.

Baca juga: PT Pelni Manokwari Hentikan Penjualan Tiket Mudik

Keputusan Kakorlantas Polri yang memperjelas kebijakan pemerintah dalam melarang mudik Lebaran itu pun mendapat apresiasi dari Jaringan Mubalig Muda Indonesia (Jammi).

“Larangan mudik oleh Korlantas Polri mempertegas kebijakan pemerintah,” ujar Koordinator Nasional Jammi, Irfaan Sanoesi.

Dia menilai mudik tahun ini tidak jauh beda kondisinya dengan mudik tahun lalu situasi dan kondisinya. Meski proses vaksinasi terus berjalan, kurva positif covid-19 belum benar-benar landai.

“Sebab itu, larangan mudik dari pemerintah yang dipertegas oleh Korlantas Polri sudah on the track. Apalagi proses vaksinasi belum menyentuh 70% dari populasi warga kita. Jadi mari kita jaga orang-orang tercinta yang berada di kampung halaman dengan tidak mudik pada tahun ini," katanya.

Dia juga menyoroti imbauan Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono  agar masyarakat patuh pada aturan Satgas Covid-19 agar tidak bepergian selama libur lebaran, pra maupun pascalebaran sehingga penularan covid-19 dapat ditekan.

“Pengendalian mobilitas masyarakat baik dalam maupun luar negeri ini harus dibatasi,” tegasnya.

Merujuk pada sejumlah keterangan kepolisian sebelumnya, Korlantas akan menggelar Operasi Keselamatan pada 12 hingga 25 April untuk memberikan sosialisasi intensif larangan mudik. (Ant/A-1)

BERITA TERKAIT