10 April 2021, 12:40 WIB

Anies Bangun Tugu Sepeda Rp800 Juta, Ini Kritik Emil Salim


Hilda Julaika | Megapolitan

GURU Besar Emeritus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Emil Salim, mengkritik pembangunan Tugu Sepeda di Jl Sudirman, Jakarta Pusat. Pasalnya anggaran yang dikucurkan mencapai Rp800 juta. Ia pun mempertanyakan prioritas anggaran Pemprov DKI yang bisa digunakan untuk hal penting seperti pendidikan.

"Mengapa uang tidak utamakan pendidikan ketimbang patung?" cuit Emil dalam akun twitternya @emilsalim2010 yang dikutip Sabtu (10/4).

Masih dalam twit yang sama, ia menyinggung pernyataan Wakil Gubernur DKI yang mengatakan pembangunan Tugu Sepeda untuk membantu atau mengapresiasi para pemahat atau seniman. Padahal disebutkannya kalau sepeda itu barang komersial. Dengan sudah ada importir dan pengusaha bengkel sehingga tak memerlukan anggaran dari daerah.

"Ketika Wagub DKI Jakarta sediakan Rp800 juta bangun “patung speda” guna membantu para pemahat, kita bertanya bukankah “sepeda” barang komersial yang ada importir & pengusaha bengkel dll sehingga tak perlu Anggaran Daerah?," singgungnya.

Baca juga: DPRD Pertanyakan Tugu Sepeda Senilai Rp800 Juta di Sudirman

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, menyebut kalau setiap program memiliki alokasi anggaran masing-masing. Termasuk dengan pembangunan Tugu Sepeda ini. Sehingga ia mengklaim sudah ada alokasi yang disebutnya proporsional.

"Semua kan ada alokasinya, pendidikan, sosial, kesehatan, olahraga, agama semua dialokasikan. Tentu alokasinya sangat proporsional. Kita memperhatikan sumber pendanaan dari mana, dari pihak ketiga bukan dari APBD , partisipasi dari swasta dan kita alokasikan sesuai dengan peruntukannya," ujarnya di Balai Kota Jakarta, Jumat (9/4) malam.

kalau anggaran Rp800 juta tersebut adalah hasil perhitungan pihak konsultan. Ia pun sebelumnya mengatakan jika dana tersebut di peroleh dari pihak ketiga bukan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI.

"Semua itu tentang biayanya sudah dikaji dan diteliti oleh konsultan. Tentu semua mengenai harga ada standar yang memenuhi syarat-syarat tertentu. Jadi nanti silakan ditanya oleh konsultan kenapa biaya Rp800 juta," kata Ariza, sapaan akrabnya, di Balai Kota Jakarta, Jumat (9/4) malam.

Menurutnya biaya tersebut juga mempertimbangkan untuk menghargai para seniman. Karena akan membangun sebuah ikon yang mempercantik kota. Sehingga bisa menarik perhatian dan sekaligus menjadi tempat selfie bagi kaum milenial.

Selain itu, Ariza juga menyebut kalau ikon Tugu Sepeda ini dibangun sebagai bentuk penghargaan untuk para pesepeda di DKI. Ke depannya tren bersepeda tak hanya menjadi alat rekreasi melainkan sebagai transportasi sehari-hari. (OL-4)

BERITA TERKAIT