08 April 2021, 21:21 WIB

Satu-satunya Terminal yang Beroperasi, Pulo Gebang Siapkan Posko


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

DINAS Perhubungan DKI Jakarta akan mendirikan posko khusus di Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur. Posko itu akan menjadi tempat pemeriksaan bagi para penumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP) di terminal tersebut pada libur lebaran 2021.

Sebelumnya, pemerintah pusat resmi melarang mudik dilakukan oleh masyarakat di masa libur lebaran tahun ini. Terminal Pulo Gebang menjadi satu-satunya terminal di Jakarta yang boleh melayani rute bus AKAP. Sementara layanan AKAP di terminal lain seperti Kampung Rambutan, Kalideres, Tanjung Priok, dan Pulo Gadung akan dihentikan total.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, hal ini sesuai dengan Surat Edara Kasatgas Penanganan Covid-19 No 13 tahun 2021.

"Saat ini di terminal ada mekanisme yang tertata rapi dan ada pos pemeriksaan terkait surat antigen atau hal lain yang kemungkinan akan kami cek untuk penumpang yang akan berangkat keluar dari wilayah Jabodetabek," kata Syafrin di Jakarta, Kamis (8/4).

Baca juga: Menkes: Embargo Penyebab Kedatangan 100 Juta Vaksin Terhambat

Ia pun meminta agar masyarakat yang tidak memiliki keperluan mendesak untuk melakukan perjalanan keluar kota seperti untuk kepentingan kesehatan agar tidak melakukan perjalanan keluar kota.

Hal ini ditujukan agar Indonesia mampu menanggulangi covid-19. Terlebih saat ini kasus penularan covid-19 semakin menurun.

Berkaca pada libur Natal dan Tahun Baru di mana tidak ada larangan untuk berpergian keluar kota, kemudian kasus pun melonjak tajam di awal Februari. Kasus aktif di Jakarta sendiri, pernah mencapai titik tertinggi pada 4 Februari yakni sebanyak 26ribu kasus.

"Agar kita mampu melewati penanganan covid ini dengan baik, saat pelarangan mudik agar tidak mudik. Sebagaimana kita ketahui berdasarkan pengalaman libur Nataru tidak ada larangan dan jadi lonjakan kasus positif tidak hanya Jakarta tapi rata di seluruh Indonesia," ungkapnya.

Lebih lanjut, Syafrin mengatakan dengan meminimalisir interaksi maka masyarakat telah berperan dalam meminimalisir kemungkinan terpapar dan memperkecil kasus penularan.

"Mari sama-sama tahan diri, upaya pemerintah cepat vaksinasi agar kita cepat selesai menanggulangi," imbuhnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT