08 April 2021, 15:59 WIB

Uji Coba Sekolah Tatap Muka Diharap Dongkrak Kepercayaan Orangtua


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

WAKIL Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria atau yang akrab disapa Ariza memahami di awal masa uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di Jakarta masih banyak orangtua murid yang meragukan keamanan anaknya dari paparan virus covid-19.

Untuk itu PTM dilakukan dengan tujuan memastikan Pemprov DKI berkomitmen melakukan protokol kesehatan dengan baik ketika PTM. Dengan demikian, uji coba ini dapat memberikan rasa aman kepada seluruh pihak PTM dapat dilakukan dengan protokol kesehatan.

"(Kepercayaan) Ini ke depan akan meningkat seiring proses pembelajaran selama bulan ini," ujarnya di Balai Kota, Kamis (8/4).

Ia meyakini pembelajaran secara langsung di sekolah tetap lebih baik daripada belajar di rumah. Karena dengan berinteraksi langsung dengan guru dan memiliki rekan sebaya untuk berdiskusi di sekolah, anak akan memahami lebih baik tentang pelajarannya.

"Kami yakin orangtua akan semakin memahami, mengerti pembelajaran tidak semuanya dilakukan secara daring. Secara luring jauh lebih baik, apalagi utuk pelajaran tertentu yang membutuhkan diskusi, interaksi, apalagi praktik," tuturnya.

Baca juga: DKI Pastikan Vaksinasi Guru Dikebut Jelang Sekolah Tatap Muka

Mantan anggota DPR RI itu pun mengatakan kekhawatiran orangtua terhadap anak merupakan hal yang wajar. Namun, Pemprov DKI Jakarta akan berupaya agar kekhawatiran itu tidak terjadi dan PTM bisa berlangsung dengan aman.

"Ini sesuatu yang wajar, tidak ada masalah luar biasa. Nanti para orangtua juga pada saatnya akan memahami dan mengerti sejauh mana yang penting kami Pemprov khususnya Dinas Pendidikan berupaya meningkatkan dan mengoptimalisasi proses pembelajaran terbatas ini dengan sebaik-baiknya, menimbulkan kepercayaan publik khususnya para orang tua," ungkapnya.

Baik guru-guru di sekolah maupun orangtua pun diimbau untuk terus mengedukasi dan menyosialisasikan kepada para pelajar agar menerapkan protokol kesehatan di sekolah dengan optimal.

"Kita pastikan cara belajar mengajar secara offline-online terbatas campuran ini terlaksana dengan baik dengan begitu orang tua akan percaya. Memang kembali kepada kita kepada orangtua, kepada siswa tersebut, tenaga pendidik, kami pemerintah dan tentunya masyarakat," pungkasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT