08 April 2021, 13:32 WIB

Cegah Pelajar Kongkow Pasca-PTM, Guru Pantau Via Grup WhatsApp


 Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

DINAS Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta memiliki upaya tersendiri untuk mencegah pelajar berkumpul atau berkerumun kongkow-kongkow di luar rumah setelah selesai mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka (PTM).

Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taga Radja mengatakan guru dan orangtua murid memiliki grup di aplikasi WhatsApp. Melalui grup tersebut, masing-masing baik orangtua maupun guru dapat memantau keberadaan anak-anaknya.

"Grup WhatsApp wali kelas itu dipantau. Anak yang masuk pada saat PTM apakah sudah pulang. Kan PTM selesai sebelum jam 12, jadi sudah pulang kan sehingga bisa dipantau tepat waktu," kata Taga saat dihubungi, Kamis (8/4).

Selain itu, guru juga akan memantau keberadaan anak didiknya dalam radius 500 meter dari sekolah.

Selain itu, guru juga melakukan pengawasan ketika peserta didik pulang baik itu ketika dijemput oleh kerabat, menggunakan bus sekolah, atau menggunakan angkutan umum.

Menurut Taga, sebagian besar peserta didik masih diantar jemput langsung oleh keluarga. Bus sekolah pun hadir siap untuk mengantar jemput para pelajar ke rumah masing-masing ketika tidak dijemput oleh keluarga.

"Keberadaan bus sekolah masih cukup. Ini sesungguhnya untuk back up saja. Kalau ada yang tidak diantar orangtua. Karena kan kalau naik bus, angkutan umum, itu potensi interaksinya tinggi. Bus sekolah saat ini masih cukup," kata Taga. (Put/OL-09)

BERITA TERKAIT