08 April 2021, 13:15 WIB

Cegah Pelajar Kongkow Usai PTM, Tempat Publik Harus Diawasi


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

WAKIL Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkapkan pihak sekolah dan orangtua harus ikut berperan mencegah pelajar kongkow-kongkow usai mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah.

Pria yang akrab disapa Ariza itu menyebut guru-guru di sekolah dapat mengawasi kawasan di sekitar sekolah. Sementara orangtua dapat mengimbau anak-anaknya sejak sebelum PTM agar tidak berkerumun atau kongkow-kongkow setelah selesai sekolah.

"Justru itu, semuanya kita antisipasi, peran orangtua harus diketahui, jam sekolah, jam berapa, jangan sampai anak-anak kita pulang sekolah justru mampir ke mana-mana, menimbulkan interaksi kerumunan akhirnya penyebaran ini juga menjadi penting, jadi dalam kontrol. Para guru juga kan setelah pulang, mereka mendapatkan tugas tersebut," jelas Ariza di Balai Kota, Rabu (7/4) malam.

Baca juga: Banyak Orangtua Masih Ragu Izinkan Anak Ikut PTM

Selain itu, pengawasan di tempat-tempat publik harus dilakukan semisal halte bus, stasiun KRL, hingga taman-taman. Karena lokasi-lokasi itu menjadi tempat favorit pelajar berkerumun usai sekolah.

"Kemudian lagi yang tidak kalah penting adalah para orangtua kami dari tenaga pendidik akan melakukan pemantauan monitoring. Juga ada petugas-petugas kami di setiap tempat-tempat umum, di tempat publik, halte, stasiun di kereta, itu ada pengawas," ujarnya.

Namun, jumlah petugas tersebut sangat terbatas. Untuk itu, diharapkan seluruh pihak dapat ikut membantu mengawasi aktivitas pelajar usai sekolah agar tidak ada kerumunan.

"Namun demikian, jumlah pengawas sangat terbatas. Butuh kesadaran kita semua mulai dari siswa, para orangtua untuk bersama-sama melakukan upaya pencegahan penyebaran covid," tuturnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT