08 April 2021, 12:31 WIB

Banyak Orangtua Masih Ragu Izinkan Anak Ikut PTM


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

WAKIL Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkapkan masih banyak orangtua murid yang ragu untuk mengizinkan anak-anaknya mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di Jakarta.

Diketahui, mulai kemarin Pemprov DKI melakukan uji coba PTM di 85 sekolah negeri maupun swasta dengan berbagai jenjang hingga 29 April.

Pria yang akrab disapa Ariza itu mengatakan, baru 20-30% orangtua yang menyetujui anak-anaknya untuk ikut uji coba PTM.

Dari fakta tersebut, ditemukan orangtua yang tidak setuju justru datang dari siswa dengan jenjang yang lebih tinggi. Hal itu ia ketahui dari hasil tinjauannya langsung ke SMKN 2 Jakarta kemarin.

"Ternyata saya tanya tadi, dari SD, SMP, SMA, ternyata makin tinggi siswanya makin banyak orangtua yang belum memberikan kesempatan kepada anak-anak di sekolah tatap muka langsung. Tetapi sebaliknya justru anak-anak SD lebih banyak," kata Ariza di Balai Kota, Rabu (7/4) malam.

Baca juga: Sekolah Tatap Muka di DKI Diperluas jika Uji Coba Berhasil

Ia mengatakan kekhawatiran orangtua dari murid di jenjang yang lebih tinggi disebabkan mereka bertransportasi secara mandiri ke sekolah tanpa diantar orangtua. Para orangtua pun khawatir anak-anak mereka terpapar pada saat bertransportasi tersebut. Belum lagi, pada murid SMP atau SMA kerap kali melakukan kongkow-kongkow usai jam sekolah selesai dan tidak langsung pulang ke rumah.

"Karena anak-anak SD diantar langsung orangtuanya, dipastikan kehadirannya, dijaga. Kalau anak-anak yang lebih besar itu kan jalan sendiri. Itu dikhawatirkan di transportasi, di kereta, di bus, di halte dan tempat umum lainnya," jelas Ariza.

Ia pun mengatakan salah satu tujuan uji coba PTM ini adalah untuk mengetahui kondisi nyata seperti itu. Dengan demikian, pihaknya mendapat gambaran nyata yang dapat menjadi bahan pertimbangan saat nantinya PTM resmi dilaksanakan secara permanen mulai Juli mendatang sesuai kebijakan pemerintah pusat.

"Kurang lebih range-nya 20% sampai 30% yang mendapatkan persetujuan orangtua. Itulah kami berikan kesempatan tatap muka secara langsung melalui uji coba pembelajaran terbatas," tukasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT