08 April 2021, 08:17 WIB

PPKM Depok Diperpanjang Hingga 19 April


Kisar Rajagukguk | Megapolitan

PEMBERLAKUAN Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Depok diperpanjang mulai 6-19 April 2021. Ini adalah perpanjangan keempat yang dilakukan Pemerintah Kota Depok sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 7 Tahun 2021.

Jubir Satgas Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan ada yang berbeda dalam pemberlakukan PPKM keempat ini. Yaitu mengenai indikator status daerah yang kini menjadi diperketat.

"Misalnya untuk zonasi RT zona merah, kalau Inmendagri sebelumnya diatur jika di dalam satu RT ada lebih dari 10 rumah yang ada kasus (Covid-19), maka itu zona merah. Saat ini sudah diubah, jika lebih dari 5 rumah saja, saat ini sudah zona merah," kata Dadang, Kamis (8/4).

Berdasarkan Inmendagri Nomor 7 Tahun 2021, RT masuk zona kuning jika ada 1-2 rumah dengan kasus Covid-19 dalam sepekan, zona oranye jika ada 3-5 rumah, dan zona merah jika ada lebih dari 5 rumah.

Dadang mengungkapkan, data dan peta zonasi RT di Kota Depok saat ini mungkin akan berubah menyesuaikan perubahan indikator zonasi RT dalam Inmendagri Nomor 7.

"Kami sedang menghitung karena ini perlu tabulasi data, perlu pengolahan data, kemungkinan besar akan mengubah zonasi," ujarnya.

Untuk saat ini kata Dadang memang terjadi perlambatan jumlah kasus. Namun pihaknya tetap melakukan upaya agar terus bisa turun. Semula kasus per hari mencapai 200-300 per hari. Saat ini hanya 100 kasus bertambah per hari.

"Kasus tentunya setiap hari bertambah, tapi dalam minggu ini relatif melandai, kasus kita perhari lebih seratus orang. Minggu sebelumnyanya antara 200-300. Melandai, karena ini memang satu karena intervensi dari vaksinasi kedua kesadaran warga juga mulai tumbuh dalam menerapkan 2i Lima M, dan menerapkan protokol kesehatan di semua sektor," katanya.

baca juga: Tak Gunakan Masker 22 Warga Tambora Ditindak

Jumlah penambahan kasus masih didominasi terjadi di klaster keluarga dan perkantoran. Disebutkan, dari klaster kantor kemudian berdampak ke klaster keluarga. Hanya saja untuk tingkat kesembuhan sudah sangat baik mencapai 93,7 persen.

"Per hari antara 200-300 kasus yang sembuh. Jadi kasus aktif saat ini sudah dibawah 2.000," tutupnya. (OL-3)

 

 

BERITA TERKAIT