07 April 2021, 19:11 WIB

Pedagang Takjil Boleh Berjualan di DKI Asalkan Patuhi PPKM


Hilda Julaika | Megapolitan

PEDAGANG takjil diizinkan berjualan saat Ramadan, sepanjang mengikuti aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro di DKI Jakarta. Seperti, menaati protokol kesehatan dan batas jam operasional.

"Sekali lagi, bahwa kita inginkan agar semua bisa patuhi apa yang sudah ditentukan. Jakarta masih PPKM mikro, ada pembatasan aktivitas jam operasional. Selama itu dipatuhi, semua kegiatan boleh berjalan," ujar Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin kepada awak media, Rabu (7/4).

Dia pun meminta semua pihak untuk memiliki kesadaran dan tanggung jawab bahwa pandemi covid-19 belum berakhir. Sekalipun kasus infeksi covid-19 mulai menurun. Kondisi ini bukan berarti risiko penularan covid-19 sudah berakhir.

Baca juga: Sudah Vaksin 13 Juta Warga, Indonesia Peringkat 8 Dunia

"Jadi, seluruh pihak kepentingan sektor informal, penjual takjil, juga harus perhatikan. Kalau dia pengelola gedung, harus batasi jumlah orang yang belanja, jarak antar pedagang diatur. Jangan kemudian terjadi lonjakan (kasus covid-19) lagi," pungkas Arifin.

"Intinya selama mengikuti ketentuan, selama protokol kesehatan dipatuhi, tempatnya diperbolehkan. Kalau tempatnya tidak diperbolehkan, ya tentu masuk ke kategori yang tidak diperbolehkan," tutup dia.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT