07 April 2021, 16:23 WIB

Jelang Ramadan, DKI Pastikan Inflasi Terjaga & Stok Pangan Aman


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin jalannya High Level Meeting Tim Penanganan Inflasi Daerah (TPID) bersama jajaran Pemprov DKI Jakarta serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terkait di Ruang Pola, Balai Kota Jakarta, Rabu (7/4). Forum tersebut juga membahas kesiapan stok pangan di ibu kota jelang Ramadan 1442 Hijriah.

“Kita akan antisipasi (inflasi) jelang Ramadan, di mana dari tahun ke tahun kita menemukan situasi yang hampir sama. Kita harus siapkan agar masyarakat mendapatkan kepastian, khususnya pasokan kebutuhan pokok berjalan lancar, sehingga 'demand' (permintaan) terjaga dan harga stabil serta terjangkau,” ucap Anies dalam keterangan resminya, Rabu (7/4).

Usai melihat dan mendengarkan paparan dari para jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) beserta BUMD pangan, Anies memastikan pasokan jelang Ramadan aman. Apabila pasokan bahan pokok aman, maka demand akan terjaga bahkan meningkat, sehingga akan menggerakkan perekonomian.

“Dari paparan Bapak/Ibu, secara kesiapan, kita siap dan stoknya aman. Perlu kita garis bawahi adalah menggerakkan perekonomian dengan menjaga demand dari konsumsi rumah tangga. Bila konsumsi rumah tangga bergerak, maka akan berdampak besar pada rute menuju 'recovery' dari pandemi,” paparnya.

Baca juga: Stok Pangan Selama Ramadan di Kota Padang Mencukupi

Berdasarkan data dari TPID DKI Jakarta, inflasi di DKI Jakarta relatif terjaga dan lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tercatat, inflasi Jakarta sebesar 0,06 % (mtm), atau sebesar 1,11% (yoy) pada Maret 2021. Secara kumulatif, inflasi Jakarta sampai dengan Maret 2021 tercatat sebesar 0,38% (ytd) lebih rendah dari periode yang sama tahun 2020 yaitu 0,85% (ytd).

“Perbaikan ekonomi DKI Jakarta diperkirakan masih berlanjut pada triwulan I 2021. Beberapa indikator perekonomian menunjukkan perbaikan di antaranya peningkatan penjualan online serta otomotif, kenaikan impor barang konsumsi, serta membaiknya indeks keyakinan konsumen dan job vacancy,” jelas Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta Onny Widjanarko.

Sementara itu, dari sisi pengendalian inflasi pangan, TPID DKI Jakarta terus memantau perkembangan harga dan kecukupan pasokan untuk menjaga kestabilan harga pangan di Ibu Kota di tengah pandemi covid-19. Untuk mendorong efektivitas dan optimalisasi pengendalian harga serta menjaga kecukupan pasokan, BUMD pangan dalam memperluas kerja sama perdagangan antar wilayah menjadi model bisnis utama TPID DKI Jakarta.

Ke depan, TPID DKI Jakarta akan terus berkomitmen dan konsisten menempuh langkah dan kebijakan konkret dalam menjalankan strategi pengendalian inflasi melalui strategi 4K, yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif.(OL-5)

BERITA TERKAIT