06 April 2021, 19:35 WIB

Polisi Buru 3 Buronan Terkait Teroris Eks FPI


Rahmatul Fajri | Megapolitan

POLISI memburu tiga orang lainnya yang tergabung dalam kelompok terduga teroris yang sebelumnya diamankan di sejumlah wilayah di Jakarta pada Senin (29/3) lalu.

Dari informasi yang dihimpun Media Indonesia, tiga orang tersebut, yakni Arief Rahman Hakim (47), Nouval Farisi (35), dan Yusuf Iskandar (43). Berdasarkan keterangan empat tersangka yang telah diamankan, tiga orang tersebut diketahui ikut merencanakan dalam pembuatan bom.

"Berdasakan hasil keterangan dari para tersangka Zulaimi Agus Cs, diketahui 3 (tiga) orang lagi yang diketahui terlibat dan ikut merencanakan dalam pembuatan bom," tulis informasi tersebut, Selasa (6/4).

Sebelumnya, teroris yang ditangkap di Cibarusah, Bekasi, yakni Zulaimi Agus, mengaku belajar cara membuat bom TATP atau triacetone triperoxide dari internet. Ia mengungkapkan bahan baku bom tersebut mudah meledak.

Dari video yang dihimpun Media Indonesia, Zulaimi mengaku sudah belajar membuat bom sejak kerusuhan 22 Mei 2019 di Bawaslu, Jakarta. Dia mengungkapkan pembuatan bom untuk membalas tindakan aparat kepolisian terhadap pengunjuk rasa, yang berujung ricuh.

Baca juga: SMRC: Di Era Jokowi Rakyat Makin Takut Mengekspresikan Pendapat

"Motivasi saya membuat THTP, saya merasa negara ini sudah tidak ada keadilan. Saya ingin membalas. Saya ingin menegakkan keadilan dengan cara saya sendiri, atas tindakan Brimob yang berlaku sewenang-wenang terhadap demonstran Bawaslu 2019," tutur Zulaimi, Sabtu (3/4).

Zulaimi juga mengaku anggota FPI sejak 2019 lalu. Dia menjabat sebagai Wakabid Jihad di FPI DPC Serang Baru, Bekasi. Kemudian, dia bergabung dengan dalam Majelis Yasin Rawatib yang dipimpin Habib Husein Hasni. Diketahui, Husein merupakan terduga teroris yang ditangkap di Condet, Jakarta Timur.

Lebih lanjut, Zulaimi menyebut dirinya melakukan eksperimen pembuatan bom dari TATP di kediaman Husein. Dia juga mengajarkan cara meracik bom kepada Husein dan beberapa orang lain dalam majelis tersebut. Zulaimi juga mengaku pergi ke Ahmad Dimyati di Sukabumi untuk meminta ilmu kebal.

"Pada Februari, saya berangkat ke Sukabumi ke jemaah Yasin Waratib, untuk meminta doa dan diisi ilmu kebal," kata Zulaimi.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengungkap penangkapan empat terduga teroris oleh Densus 88 Antiteror Polri pada Senin (29/3) kemarin. Keempat terduga teroris berinisial ZA (37), HH (56), NAJ (46) dan BS (43) tersebut ditangkap di empat lokasi berbeda.(OL-4)

BERITA TERKAIT