06 April 2021, 11:33 WIB

Berkurang, Sekolah Uji Coba Tatap Muka Jadi 85 Unit di DKI Jakarta


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

JUMLAH sekolah yang direncanakan untuk menjadi 'piloting' uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di Jakarta berkurang menjadi 85 sekolah.

Hal itu setelah dilakukan asesmen dua kali dan pelatihan oleh pihak Dinas Pendidikan DKI.

"Sekarang yang fix 85 sekolah, dari berbagai jenjang dari SD-SMA/SMK," kata Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taga Radja saat dihubungi Selasa, (6/4).

Ia menjelaskan, pihaknya sudah mulai merencanakan uji coba PTM sejak Februari lalu. Kemudian, terdapat 100 sekolah yang disasar untuk mengikuti uji coba PTM.

"Kami lakukan asesmen dua kali. Asesmen 1 untuk mengetahui kondisi kesehatan dan kesiapan guru dan kondisi kesiapan serta kesehatan siswa," ujar Taga.

Pada asesmen 2 dilakukan untuk melihat proses pembelajaran. Setelah mengikuti dua asesmen dan dinyatakan siap, guru-guru di sekolah yang ditargetkan untuk program 'piloting' tersebut harus mengikuti pelatihan yang diberikan Disdik DKI.

"Kemudian asesmen 2 berkaitan dengan proses pembelajaran. Baik penguasaan it utk daring dan tatap muka. Karena nanti tatap muka masih ada 'blended learning', masih campur antara daring dan tatap muka. Setelah ikuti asesmen, maka sekolah harus ikuti pelatihan Disdik untuk menguatkan kesiapan guru dan sarpras yang ada. Ternyata dari 100 itu sisanya 85 sekolah piloting SD, SMP, SMA, SMK," jelas Taga.

Ia mengatakan seharusnya ada 86 sekolah yang siap melakukan uji coba PTM. Namun, satu sekolah swasta mengundurkan diri karena tidak siap dan tidak mendapatkan persetujuan orangtua peserta didik. Pihaknya pun tidak dapat memaksa pihak sekolah.

"Kami tidak bisa memaksa mereka untuk mengikuti PTM," tegasnya. (Put/OL-09)

BERITA TERKAIT