26 March 2021, 16:56 WIB

Naik Pinisi Keliling Pulau Seribu Yuk!


Iis Zatnika | Megapolitan

Akhir pekan ini naik kapal pinisi yuk! Tak perlu jauh-jauh ke Labuan Bajo, Bali atau Lombok! Kini kapal kayu dengan fasilitas sekelas hotel, dengan makanan-makanan sedap yang dimasak koki dan fasilitas buat terjun ke laut, bisa dinikmati warga urban Jakarta di Ancol.

Meluncur saja ke kawasan Ancol, di sana berlabuh Agustine Phinisi, kapal karya perajin Tanah Beru, Bulukumba Sulawesi Selatan. Kapal pesiar yang rampung pada 2020 itu kemudian berlayar ke Ancol dan menjadi salah satu destinasi baru buat mengeksplorasi kawasan Teluk Jakarta dan Pulau Seribu.

Kapal berukuran sepanjang 30 meter dengan badan yang terbuat dari kayu ulin dan jati itu berkapasitas 12 orang dengan 4 kamar tidur, 4 kamar mandi, ruang makan, dapur, televisi, ruang karaoke, koleksi buku, mainan anak-anak dan 2 ruang santai. Mengusung konsep wisata live on board, kegiatan yang bisa dilakukan di sana, snorkeling, scuba siving, freedive, kayaking, pengamatan burung, yoga, hingga menanam koral. Ada pula kegiatan wisata yang terkait edukasi lingkungan seperti bersih-bersih pantai.

Pagi menjelang siang yang hangat, Selasa (23/3) Agustine Phinisi berlabuh di depan kolam renang Putri Duyung Resort yang asri. Telah beroperasi begitu tiba di Ancol pada Desember 2020 dengan 16 hingga 20 perjalanan setiap bulannya, kapal kayu itu diluncurkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf, dihadiri Plt. Kepala Dinas Parekraf Provinsi DKI Jaya Gumilar Ekalaya, Bupati Kepulauan Seribu Junaedi, Kepala Sudin Parekraf Kabupaten Kepulauan Seribu Puji Hastuti, Ketua Taman Nasional Kepulauan Seribu Badi’ah, serta manajemen Taman Impian Jaya Ancol.

“Bayangkan Dubai yang juga memiliki konsep wisata berlayar dengan kapal kayu dengan latar belakang gedung-gedung pencakar langit, kini pengalaman itu bisa diperoleh di Jakarta. Nggak perlu terbang jauh, mahal dan ini juga sesuai dengan kondisi pandemi yang mengharuskan kita berwisata aman,” kata Deputi Bidang Produk Wisata Dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf/Baparekraf Rizky Handayani.

Rizky menambahkan, wisata di atas kapal sesuai dengan konsep wisata di masa adaptasi kebiasaan baru yaitu lebih customized, personalized, localized, dan smaller in size. Wisata live on board juga merupakan pandemic winner, karena saat ini wisata minat khusus seperti live on board ini sangat digemari.

Agustine Phinisi, kata Diandra Hadi sang pemilik yang berkolaborasi dengan Taman Impian Jaya Ancol dalam manajemen operasi kapalnya itu mengadopsi standar Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE). Di antaranya, dengan hanya menerima tamu dari satu rombongan, menerapkan ketentuan tes usap bagi kru kapal serta menyediakan kit sanitasi.

Paket wisata yang disediakan adalah brunch trip dan sunset trip, yaitu berlayar selama empat jam di Teluk Jakarta. Lalu, ada day trip yaitu berlayar ke Kepulauan Seribu selama satu hari penuh. Apabila wisatawan ingin menginap, ada paket menginap di atas kapal selama 1 malam atau 2 malam.

“Untuk wisata selama empat jam tarifnya berlaku untuk rombongan, Rp14 juta sedangkan yang menginap Rp25 juta hingga Rp35 juta. Dengan tawaran kegiatan dan tariff itu kami direspon cukup positif, dan masyarakat percaya dengan standar keamanan kami, karena penumpang termuda adalah bayi 10 bulan. Untuk wisata kapal pesiar di Jakarta mungkin konsep kami termasuk baru karena sebelumnya sudah ada kapal tapi dengan kapasitas hingga 100 orang untuk keperluan pesta,” ujar Diandra. (X-16)

BERITA TERKAIT